- Mats Torbergsen/NTB via REUTERS
Media Prancis dan Netizen Heran Calvin Verdonk Jadi Man of The Match di Liga Champions
Jakarta, tvOnenews.com - Media Prancis dan sejumlah netizen mempertanyakan keputusan UEFA untuk menjadikan Calvin Verdonk sebagai Man of The Match. Sang pemain Timnas Indonesia meraihnya dalam laga Liga Champions ketika Lille menghadapi Bodo/Glimt.
Les Dogues melawat ke Aspmyra Stadium, Bodo, Norwegia pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Mereka berupaya untuk meraih kemenangan setelah menderita tiga kekalahan dari laga-laga sebelumnya melawan Real Betis, Arsenal, dan Galatasaray.
Namun, tim asuhan Davide Ancelotti itu juga gagal untuk melakukannya. Lille tertahan tanpa gol alias dengan skor 0-0 dalam pertandingan melawan Bodo/Glimt.
Dalam pertandingan ini, penyedia statistik Sofascore memberikan rating 7,5 untuk Verdonk. Dia berkontribusi dalam sembilan aksi pertahanan dengan memenangkan tiga dari lima percobaan tekel disertai tiga sapuan dan satu kali intersep.
Namun, rating-nya masih kalah dari kiper Berke Ozer dan penyerang Soriba Diaoune yang sama-sama memiliki rating 7,7. Walau begitu, tim pengamat teknis UEFA menilai Verdonk lebih layak dijadikan Man of The Match.
"Saat menguasai bola, ia [Verdonk] bermain bagus di area sayap, melakukan passing dan menerima bola secara efektif, dan selalu siap untuk cepat bergabung dalam serangan. Saat tidak menguasai bola, ia unggul dalam melakukan pemulihan serangan balik, dan efektif dalam duel serta bertahan di area sayap," demikian pernyataan dalam situs UEFA.
Namun, media Prancis, La Voix Du Nord, mengatakan bahwa penunjukan ini menimbulkan kontroversi. Mereka menyoroti pernyataan dari sejumlah media lain dan juga pendapat netizen di media sosial.
“Bodø/Glimt - Lille: ‘Kami tidak melihat pertandingan yang sama,’ mengapa pilihan UEFA terhadap Calvin Verdonk sebagai pemain terbaik pertandingan menimbulkan kontroversi,” tulis La Voix Du Nord dalam judulnya.
La Voix Du Nord sendiri memberikan rating 5 kepada Verdonk, selagi L’Equipe lebih buruk, yaitu 4 dan Le Petit Lillois memberinya nilai 6. Namun, ketiganya setuju bahwa kiper Berke Ozer adalah pemain terbaik Lille dalam laga ini.
“Para penggemar LOSC tidak terlalu senang dengan penampilannya, karena La Voix du Nord memberinya nilai 5/10, rating rata-rata yang divalidasi oleh keberhasilan tim menjaga gawang tetap bersih. L'Équipe lebih keras dengan nilai 4/10, sementara Le Petit Lillois menggambarkannya sebagai ‘pertandingan yang solid’ dengan nilai 6/10. Menurut ketiga media tersebut, Berke Özer dan Isaac Cossier memiliki dampak yang lebih besar pada hasil pertandingan,” tulis La Voix Du Nord.
Lebih lanjut, mereka menyoroti reaksi para fans yang juga turut mempertanyakan. Verdonk tidak buruk, namun menurut sejumlah netizen, ada yang lebih layak untuk dinobatkan sebagai MOTM.
"Kita tidak menonton pertandingan yang sama," tegas Volgo, dilansir La Voix Du Nord. "Penampilan bagus, dia tidak pernah berhasil melakukan satu pun umpan silang. André adalah MVP, mungkin bahkan Özer, kalau boleh dibilang begitu," lanjut Pirlo_21.
"Penampilan bagus? Dia hanya yang paling tidak buruk di antara pemain-pemain buruk, dan itupun…," tambah Evanrelscar. "Serius???? Bagaimana mungkin? Dia bergerak dengan kecepatan 2 km/jam, umpan silangnya tidak pernah sampai… " seru Losc59780. (rda)