- Facebook - Cremonese
Meski Catat 200 Laga di Serie A, Emil Audero Tetap Diejek Media Italia: Blunder
- Instagram @emil_audero
Dalam perjalanan kariernya, ia juga sempat dikaitkan dengan klub-klub besar Italia seperti Inter Milan serta pernah masuk radar beberapa tim papan atas sebelum akhirnya melanjutkan karier bersama Cremonese.
Statistik sepanjang kariernya di Serie A juga cukup solid bagi seorang kiper yang berkarier di klub papan tengah.
Dari 200 pertandingan, Audero tercatat mengoleksi puluhan clean sheet serta ratusan penyelamatan penting yang membantu timnya dalam berbagai laga.
Pertandingan melawan Lecce juga menjadi momen spesial bagi pemain Cremonese lainnya, yakni Antonio Sanabria.
Striker asal Paraguay tersebut juga mencatatkan penampilan ke-200 dalam karier profesionalnya.
Namun, seperti Audero, momen tersebut juga tidak berjalan mulus. Sanabria baru dimainkan pada menit-menit akhir pertandingan dan terlibat dalam insiden kontroversial di masa tambahan waktu.
“Pertandingan tersebut terasa sangat pahit bagi Antonio Sanabria. Striker asal Paraguay itu masuk di menit-menit akhir pertandingan, dan menjadi protagonis dari insiden paling kontroversial dalam pertandingan tersebut. Di waktu tambahan, Sanabria dijatuhkan di area penalti oleh Gaby Jean, tetapi wasit Sozza tidak memberikan penalti,” tulis Calcio Cremonese.
Keputusan wasit tersebut memicu protes dari kubu Cremonese karena mereka merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti di penghujung pertandingan.
Meski mendapat kritik setelah laga tersebut, pencapaian 200 pertandingan di Serie A tetap menunjukkan kualitas dan konsistensi Emil Audero di level tertinggi sepak bola Italia.
Pengalaman panjang bermain di salah satu liga paling kompetitif di Eropa juga menjadi nilai tambah bagi Timnas Indonesia.
Dengan jam terbang tinggi menghadapi klub-klub besar seperti AC Milan, Juventus, dan Inter Milan, Audero kini dianggap sebagai salah satu kiper Indonesia dengan pengalaman paling elite di Eropa.
Meskipun laga ke-200-nya tidak berjalan sempurna, perjalanan panjang Audero di Serie A tetap menjadi bukti bahwa ia mampu bertahan dan bersaing di kompetisi sepak bola kelas dunia.
(tsy)