news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemain Como FC, Maximo Perrone.
Sumber :
  • instagram.com/comofootball/

Salip Milan dan Juventus, Como 1907 Ternyata Punya Sistem Rekrutmen Pemain Super Ketat, Begini Prosesnya

Como 1907 mencuri perhatian usai finis di atas Milan dan Juventus FC untuk merebut tiket Liga Champions. Di balik kesuksesan itu, Presiden klub Mirwan Suwarso.
Rabu, 27 Mei 2026 - 10:41 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Como 1907 sukses merebut tiket Liga Champions pada pekan terakhir Serie A 2025-2026. Klub yang baru promosi musim lalu itu mampu finis di atas AC Milan dan Juventus FC.

Como menembus empat besar setelah menang 4-1 atas US Cremonese. Hasil tersebut semakin menguntungkan karena Milan kalah 1-2 dari Cagliari Calcio.

Di sisi lain, Juventus sudah lebih dulu kehilangan momentum usai takluk 0-2 dari ACF Fiorentina pada pekan sebelumnya. Pada laga terakhir, Bianconeri hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Torino FC sehingga gagal lolos ke Liga Champions.

Pemain Como 1907 Alberto Moreno (kanan) saat duel dengan Juventus
Sumber :
  • REUTERS/Guglielmo Mangiapane

Como 1907 menutup musim di posisi keempat dengan raihan 71 poin, unggul satu angka atas Milan dan dua poin dari Juventus. Pencapaian itu menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Como lolos ke kompetisi Eropa.

Menariknya, klub milik Hartono bersaudara tersebut mampu menembus Liga Champions dengan anggaran gaji pemain yang relatif minim.

Ketika Cesc Fabregas datang ke Como, klub tersebut masih berada di Serie B. Ia kemudian ikut membangun fondasi klub dari awal, termasuk merancang pusat latihan.

Keberhasilan ini juga melengkapi daftar tim yang lolos ke Liga Champions musim depan bersama AS Roma yang kembali setelah absen tujuh tahun, serta Inter Milan dan SSC Napoli sebagai juara dan runner-up Serie A musim ini.

Di sisi lain, Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, membeberkan proses panjang di balik perekrutan pemain.

Sebagai klub promosi, Como tidak memiliki pemain dengan gaji fantastis. Namun, mereka tetap mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Italia berkat sistem perekrutan yang terstruktur.

"Pertama-tama harus ada dari tim rekrutmen yang mempelajari dari sisi data, nanti kalau datanya udah masuk, udah terfilter misalnya, baru dimajukan ke tahap berikutnya," ungkap Mirwan dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

"Biasanya kalau kita mencari pemain sayap kiri atau kanan, data itu bisa melihat 1000 pemain, 500 pemain dengan amat sangat cepat. Sehingga mereka bisa mempertajam, oke ini 30 pemain yang harus kita lihat," sambungnya.

Setelah itu, sekitar 30 pemain yang lolos seleksi data akan dipantau tim scouting untuk melihat kecocokan dengan gaya bermain Como 1907.

Jika dinilai sesuai, pemain akan masuk ke tahap berikutnya yang disebut 'Behavior Analysis'.

"Secara sikap, mereka masuk nggak sih, secara psikologis masuk nggak sih sama tim kita, kalau itu udah cocok masuk ke tim finance," tutur Mirwan.

Setelah lolos tahap finansial dan dinilai sesuai dengan anggaran klub, barulah nama-nama pemain diajukan kepada tim pelatih.

Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso saat diinterview Helmy Yahya
Sumber :
  • Youtube Helmy Yahya Bicara

"Kalau udah masuk semuanya, baru kita persembahkan, mungkin paling tiga atau enam pemain ke tim pelatih, 'nih, lu mau sayap kiri, sayap kanan, dan 6 pemain lu pilih yang mana deh'," katanya.

Mirwan menambahkan, ketika usulan pemain sampai ke tangan Cesc Fabregas, pelatih asal Spanyol itu juga tetap memiliki kandidat pilihannya sendiri.

Meski demikian, calon pemain pilihan Fabregas tetap harus melalui seluruh proses seleksi yang sama.

Menurut Mirwan, Fabregas mendukung sistem perekrutan tersebut karena turut mempermudah pekerjaannya sebagai pelatih. (ind)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:11
01:08
00:56
01:44
05:10
07:52

Viral