- ANTARA/AFP/Gabriel Bouys/pri.
Ketika Gareth Bale Bicara, Tabir Kegagalan Xabi Alonso di Real Madrid Akhirnya Terkuak
“Anda harus memanjakan ego. Anda tidak perlu melakukan terlalu banyak hal taktis. Di ruang ganti ada superstar yang bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Jadi memang benar dia ahli taktik yang baik, tetapi di Real Madrid, itu tidak cukup,” kata Bale.
Usai meninggalkan kursi kepelatihan, Xabi Alonso pun mengakui bahwa masa baktinya tidak berjalan sesuai harapan.
Dalam pernyataan terbuka, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada klub serta para pendukung.
“Perjalanan profesional ini telah berakhir dan tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab. Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat dan bangga karena telah melakukan yang terbaik,” tulis Alonso.
Real Madrid kemudian bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti. Meski sempat mengawali kiprah dengan kekalahan dari Albacete di Copa del Rey, Arbeloa mulai menunjukkan arah baru lewat hasil positif di La Liga dan penampilan menjanjikan di Liga Champions.
Sebuah babak baru pun dibuka, sementara era singkat Xabi Alonso menjadi catatan penting tentang betapa kompleksnya tantangan memimpin klub sebesar Real Madrid.(lgn)