- tvOnenews.com/Muhammad Bagas - Julio Tri Saputra
Mantan Gelandang Vietnam Heran dengan Lemparan Arhan: Tidak Ada Tim yang Cetak Gol Sebanyak Timnas Indonesia Lewat Skema Itu
tvOnenews.com - Mantan gelandang Vietnam Nguyen Manh Dung mengaku heran dengan lemparan ke dalam Pratama Arhan yang kerap manjur sebagai pemecah kebuntuan timnas Indonesia.
Terbaru dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup F, Vietnam dipaksa tumbang atas timnas Indonesia lewat assist lemparan jauh Arhan yang diselesaikan Egy Maulana Vikri (52’).
Itu bukan yang pertama kalinya timnas Indonesia bisa memecah kebuntuan berkat lemparan ke dalam jauh Pratama Arhan.
Mantan gelandang timnas Vietnam Manh Dung heran timnas Indonesia bisa mencetak banyak gol lewat situasi tersebut. Skuad asuhan Philippe Troussier kembali menjadi korban lemparan ke dalam Pratama Arhan.
Sebelumnya itu pernah terjadi di semifinal Sea Games 2023, lemparan Arhan kembali membuat gawang Vietnam kebobolan pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Kamis (21/3/2024).
Sebuah lemparan Arhan pada menit ke-52 membuat lini pertahanan Vietnam panik. Momen itu kemudian dimanfaatkan Egy Maulana Vikri untuk mencetak gol kemenangan 1-0 timnas Indonesia atas The Golden Star.
Manh Dung heran kenapa gawang Vietnam sering dibobol timnas Indonesia lewat skema lemparan ke dalam padahal menurutnya lemparan ke dalam itu tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan tendangan sudut,
Namun Manh Dung mengatakan salah satu kelemahan lini pertahanan Vietnam adalah terlalu meremehkan efek kejutan dari lemparan ke dalam pemain Suwon FC itu.
“Apakah lemparan ke dalam efektif? Banyak tim di dunia melakukannya, tapi mereka tidak mampu mencetak gol sebanyak Indonesia,” kata Manh Dung dikutip dari Soha, Minggu (24/3/2024).
“Lemparan ke dalam (Arhan sebenarnya) tidak bahaya seperti tendangan sudut. Namun lemparan ke dalam memiliki unsur kejutan,” imbuhnya.
Menurut Manh Dung seringkali bek mengira lemparan ke dalam itu jaraknya dekat dan tidak akan terlalu jauh seperti tendangan sudut, para pemain menganggap ringan lemparan itu.
“Sehingga terkadang pihak bertahan tidak memikirkan lintasan bola, apakah kekuatan bola tersebut cukup untuk mempengaruhi gawang,” jelasnya.
Arhan sebagai pelempar menurutnya memiliki kendali lebih besar terhadap arah bola. Apalagi setelah terbukti berkali-kali berhasil menjadi pemicu gol, tentu tim pelatih akan memaksimalkan skema itu.