- PSSI
Kisah Timnas Indonesia Tampil di Olimpiade hingga Repotkan Kiper Terbaik Sepanjang Masa
tvOnenews.com - Timnas Indonesia U-23 tinggal selangkah lagi menuju Olimpiade Paris 2024, seiring dengan kegemilangan skuad asuhan Shin Tae-yong di Piala Asia U-23 2024.
Garuda Muda sukses menembus semifinal Piala Asia U-23 2024 setelah mengalahkan Korea Selatan lewat adu penalti yang alot pada Jumat (26/4) dini hari WIB.
Kini, skuad asuhan Shin Tae-yong itu hanya terpaut satu kemenangan lagi untuk mengamankan kelolosan ke Olimpiade Paris 2024, yang bisa diraih pada laga kontra Uzbekistan, Senin (29/4) malam nanti WIB.
Jika berhasil lolos, maka itu tidak akan menjadi kelolosan pertama bagi timnas Indonesia ke Olimpiade. Sebab, Garuda sebelumnya pernah tampil pada Olimpiade 1956 yang diselenggarakan di Melbourne, Australia.
Pada saat itu, belum ada aturan bahwa negara-negara peserta hanya diperbolehkan menurunkan tim U-23 di pentas Olimpiade, karena aturan tersebut baru mulai digunakan pada 1992.
Tim terbaik Indonesia pernah ikut serta di Olimpiade 1956 dan bersaing hingga babak perempat final karena lawan-lawannya mengundurkan diri.
Pada saat itu, Indonesia harusnya bermain kontra Republik China, yang kini adalah Taiwan, pada babak kualifikasi. Namun, menurut data RSSSF, Republik China mengundurkan diri jadi Indonesia langsung masuk putaran final.
Di putaran pertama, Indonesia juga batal bertanding kontra Vietnam Selatan, yang turut mengundurkan diri akibat alasan politik.
Sehingga, sampailah timnas Indonesia besutan Antun Pogacnik di babak perempat final dan langsung tampil kontra tim sekaliber Uni Soviet.
Para bintang Indonesia pada saat itu adalah Aang Witarsa, Andi Ramang hingga Ramlan Yatim, berhadapan dengan tim Uni Soviet yang bertabur bintang, termasuk di antaranya adalah kiper Lev Yashin.
Foto: Lev Yashin (Sumber: Dok. FIFA)
Sebagai informasi, Lev Yashin merupakan seorang kiper legendaris, bahkan dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa.
Dia merupakan satu-satunya penjaga gawang yang pernah meraih Ballon d’Or dalam sejarah, yang mana direngkuh olehnya pada 1963, tujuh tahun setelah berhadapan dengan timnas Indonesia.
Meskipun lolos hingga perempat final dengan dinaungi keberuntungan, timnas Indonesia mampu tampil merepotkan Uni Soviet pada saat itu.