- FC Utrecht
Ole Romeny Ungkap Peran Netizen yang Bikin Dirinya Ingin Bela Timnas Indonesia ketimbang Tunggu Panggilan Belanda
tvOnenews.com - Ole Romeny berbicara tentang alasannya yang mungkin bakal jadi penyebab dirinya dinaturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan memperkuat timnas Indonesia, ketimbang menunggu panggilan dari Belanda.
PSSI masih terus melakukan naturalisasi terhadap para pemain keturunan yang tinggal di luar negeri, terutama di Belanda.
Pada Selasa (30/4) kemarin, Maarten Paes telah menjalani sumpah yang menahbiskan dirinya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Kemudian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa Calvin Verdonk dan Jens Raven, yang juga telah hadir di Indonesia kemarin untuk melanjutkan proses naturalisasinya.
Nama berikutnya yang berpotensi dinaturalisasi adalah Ole Romeny. Meski belum diumumkan secara resmi oleh Erick Thohir, sang pemain yang kini membela FC Utrecht telah berbicara terang-terangan.
Ole Romeny masih berusia 23 tahun dan dia bermain di kasta tertinggi Liga Belanda, atau Eredivisie. Meski masih mungkin menanti panggilan dari timnas Belanda, Romeny mengaku tertarik bela timnas Indonesia.
Romeny sejatinya belum mengambil keputusan final. Meski begitu, dia menjadi ingin membela skuad Garuda karena peran dari para netizen Indonesia.
“Itu absurd, saya menerima DM [Instagram] pada setiap detiknya,” kata Romeny, sebagaimana dilansir dari Voetbalprimeur.
“Itu sangat menarik dan benar-benar indah. Anda bisa benar-benar menjadi panutan dan menginspirasi orang. Ada begitu banyak orang [di Indonesia], jadi itu tentunya adalah sebuah kesempatan yang luar biasa.”
Dennie van Laar yang berbicara dengan Romeny di Voetbalprimeur mengaku takjub dengan bagaimana Indonesia membangun tim pada saat ini.
“Mereka benar-benar berusaha untuk langkah berikutnya di sana, untuk mencoba menciptakan sesuatu bersama,” katanya.
“Selain para pemain lokal Indonesia yang bermain di sana dan lahir di Indonesia, mereka mencoba menciptakan suatu gabungan,” lanjutnya.
“Dan tentu saja, ada potensi untuk negara tersebut. Mereka sangat sibuk dengan hal itu. Saya tidak pernah lihat yang begini, sebuah komunitas yang bisa langsung menerima Anda,” pungkasnya. (rda)