- Brisbane Roar
Miris, Karier Pemain Diaspora Timnas Indonesia di Asia Meredup? Nasib Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Rafael Struick Saat Ini Justru Harus....
tvOnenews.com - Karier pemain diaspora Timnas Indonesia di Asia justru meredup. Lantas bagaimana nasib Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Rafael Struick saat ini?
Skuad Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert kini semakin berwarna dengan kehadiran 19 pemain diaspora.
Mereka berasal dari berbagai negara dan kini tersebar bermain di kompetisi Asia, termasuk Sandy Walsh di Jepang, Jordi Amat di Malaysia, dan Rafael Struick di Australia.
Peran para pemain keturunan ini cukup krusial dalam menambah kekuatan dan kedalaman skuad Garuda, apalagi menjelang dua laga penting kontra China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Nanum kabarnya, karier 3 pemain bintang Timnas Indonesia ini justru meredup, berikut ulasannya:
1. Jordi Amat
- Website JDT
Bek senior Jordi Amat sudah tiga musim membela Johor Darul Ta'zim (JDT) di Liga Super Malaysia.
Bersama klub papan atas tersebut, Amat meraih enam gelar bergengsi, di antaranya dua kali juara Liga Super Malaysia, dua Piala FA Malaysia, satu Malaysia Supercup, dan satu Piala Malaysia.
Prestasinya menjadikan dia sebagai pemain Indonesia tersukses di negeri jiran, melampaui rekor Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.
Namun, sinarnya perlahan mulai meredup. Pada musim 2024/2025, pemain 33 tahun itu hanya tampil dalam 15 dari 24 laga, dan kontribusinya menurun meskipun masih menyumbang dua gol dan satu assist.
“Tidak dapat dimungkiri saya sangat bangga mengenakan kostum JDT sejak bergabung dengan tim ini tiga musim lalu. Klub ini sungguh mengagumkan,” ucap Amat seperti dikutip Harian Metro.
Ia juga menyatakan bahwa masa depannya di JDT akan ditentukan pekan depan.
2. Sandy Walsh
- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
Sandy Walsh, bek serbaguna yang dikenal tangguh saat membela Timnas Indonesia, kini berkiprah di J1 League Jepang bersama Yokohama F. Marinos sejak Februari 2025.
Meski awalnya mendapat tempat di tim utama, posisi Sandy mulai tergerus seiring ketatnya persaingan. Ia hanya mencatat lima penampilan di liga domestik, tiga di antaranya sebagai starter, serta tiga laga di AFC Champions League Elite.