news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor.
Sumber :
  • Kitagaruda.id

Jauh Sebelum Dipecat PSSI, Alex Pastoor Sudah Bilang Tak Mungkin Lama Tangani Timnas Indonesia, Pernah Jujur Kalau Sebenarnya...

Jauh sebelum resmi dipecat PSSI, Alex Pastoor ternyata sudah lebih dulu mengisyaratkan bahwa dirinya tak akan lama menangani Timnas Indonesia. Simak selengkapnya!
Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:09 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Keputusan PSSI untuk memutus kontrak kerja sama dengan Patrick Kluivert beserta jajaran pelatihnya, termasuk Alex Pastoor, ternyata tak sepenuhnya mengejutkan.

Jauh sebelum kabar pemecatan itu mencuat, Alex Pastoor sudah lebih dulu memberi isyarat bahwa dirinya memang tidak berencana menangani tim dalam waktu lama.

Pernyataan ini ia lontarkan bahkan sebelum resmi bekerja untuk Timnas Indonesia.

Eks asisten pelatih Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Alex Pastoor
Sumber :
  • NEC Nijmegen

 

Sebelum bergabung dengan skuad Garuda, pelatih asal Belanda itu sempat berstatus tanpa klub usai dilepas Almere City pada Juni 2024.

Dalam masa “menganggur” itu, pelatih asal Belanda berusia 58 tahun tersebut sempat membuat pernyataan yang kini terasa seperti prediksi yang jadi kenyataan.

“Jika saya melatih di suatu tempat, hal itu tidak akan lebih dari satu tahun,” ujar Alex Pastoor dilansir tvOnenews.com dari NOS.

Ucapan itu mencerminkan pandangan realistis Pastoor terhadap dunia kepelatihan.

Ia memang sudah lama dikenal sebagai sosok yang lebih memilih proyek jangka pendek ketimbang komitmen panjang.

Karena itu, ketika menerima tawaran menjadi asisten pelatih Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, banyak pihak menduga ia hanya akan bertahan untuk satu misi, mendampingi skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Namun perjalanan bersama Tim Merah Putih justru berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Timnas Indonesia Vs Arab Saudi
Sumber :
  • X - Timnas Indonesia

 

Timnas Indonesia gagal melangkah lebih jauh setelah tersingkir dari Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak.

Dalam siniar Rondo yang tayang di Ziggo Sport, Pastoor juga blak-blakan tentang masa kerja singkatnya di Indonesia.

Ia menilai keputusan PSSI bukan hal yang mengejutkan.

“Ya, memang tidak berhasil, itu segera menjadi jelas. Baik di lapangan maupun dalam pendampingan, kami telah berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka,” ujar Pastoor, dikutip dari Voetbal International.

“Menurut saya, kami sudah melakukan segalanya secara maksimal. Tapi itu belum cukup untuk mengalahkan negara-negara dengan level seperti itu,” tambahnya.

Pelatih 58 tahun itu juga mengaku paham betul bagaimana cepatnya dinamika di dunia sepak bola berjalan, termasuk soal keputusan pemecatan.

“Saya sudah terlalu lama berada di dunia sepak bola untuk terkejut dengan hal seperti ini. Tapi saya pikir mereka sedang mengerjakan suatu proyek yang akan berlangsung lebih lama daripada sekadar mencoba lolos ke Piala Dunia,” tuturnya.

Ia bahkan menjelaskan bahwa sejak awal, ada tiga poin utama dalam kesepakatan kerja sama mereka dengan PSSI, salah satunya adalah target besar, lolos ke Piala Dunia 2026. 

Namun, Pastoor menilai tujuan itu terlalu tinggi mengingat kondisi Timnas Indonesia kala itu.

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor dan Penggawa Garuda
Sumber :
  • x.com/TimnasIndonesia

 

“Seperti yang saya pahami, kesepakatannya terdiri dari tiga bagian. Yang pertama, tentu saja akan luar biasa jika berhasil lolos ke Piala Dunia, tapi dengan posisi peringkat ke-119 dunia, itu bukan hal yang mudah dan realistis,” ungkapnya.

Kini, setelah tak lagi menjadi bagian dari skuad Garuda, Pastoor tampak siap menutup babak kariernya di sepak bola.

Ia mengisyaratkan keinginan untuk menjajal hal-hal baru di luar lapangan hijau.

“Ada banyak hal yang bisa aku lakukan. Jika memungkinkan, akan memberikan ruang untuk diriku sendiri mencoba hal-hal lain di luar sepak bola,” kata Pastoor.

Ucapan-ucapan itu seakan mempertegas bahwa keputusan berpisah dengan Timnas Indonesia bukan sekadar akibat hasil buruk, tapi juga bagian dari pilihan pribadi seorang pelatih yang sejak awal tahu, ia memang tak akan bertahan lama. (tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral