news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hasil Drawing Piala AFF 2026 Jalan Emas Timnas Indonesia atau Malah Jadi Grup Neraka?.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

Hasil Drawing Piala AFF 2026 Jalan Emas Timnas Indonesia atau Malah Jadi Grup Neraka?

Piala AFF 2026 akan menggunakan format kandang-tandang satu leg di fase grup. Setiap tim memainkan empat pertandingan, dua di kandang dan dua tandang. 
Kamis, 15 Januari 2026 - 21:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Hasil drawing Piala AFF 2026 langsung memantik perdebatan. Di satu sisi, Timnas Indonesia dinilai mendapat keuntungan strategis dari format dan jadwal pertandingan. 

Namun disisi lain, status non-unggulan membuat perjalanan Skuad Garuda sejak fase grup dipastikan tidak mudah. Pertanyaannya kini, apakah hasil undian benar-benar memberi keuntungan bagi Indonesia?

Piala AFF 2026 akan menggunakan format kandang-tandang satu leg di fase grup. Setiap tim memainkan empat pertandingan, dua di kandang dan dua tandang. 

Dalam format seperti ini, detail kecil seperti lokasi pertandingan, jarak perjalanan, dan momentum laga bisa menjadi faktor penentu.

Bagi Timnas Indonesia, hasil undian Grup A menghadirkan kombinasi tantangan dan peluang. Garuda harus bersaing dengan juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta satu tim dari pemenang play-off Brunei Darussalam kontra Timor Leste. 

Namun, ada satu keuntungan besar yang tak bisa diabaikan: laga krusial kontra Vietnam akan digelar di kandang sendiri.

Skuad timnas Indonesia yang berlaga di turnamen Piala AFF 2024.
Sumber :
  • PSSI

Keuntungan Kandang: Faktor Vietnam Jadi Kunci

Drawing Piala AFF 2026 digelar pada Kamis (15/1/2025) di Jakarta dan menempatkan Indonesia di Grup A. AFF juga telah merilis sebagian jadwal, termasuk status tuan rumah tiap pertandingan. Dari sinilah keuntungan Indonesia mulai terlihat jelas.

Indonesia akan membuka laga kandang dengan menjamu Kamboja. Pertandingan ini memberi peluang ideal untuk mengamankan poin penuh dan membangun kepercayaan diri sejak awal fase grup. 

Sementara, tekanan justru berada di kubu tim tamu. Keuntungan terbesar datang pada matchday keempat, saat Indonesia menjamu Vietnam. 

Duel ini diprediksi menjadi laga penentuan juara Grup A. Bermain di hadapan pendukung sendiri, atmosfer stadion diharapkan memberi dorongan ekstra bagi para pemain.

Keuntungan kandang menjadi sangat krusial dalam format satu leg. Dukungan suporter bisa memengaruhi mental, intensitas, dan keberanian pemain. 

Sejarah juga berpihak pada Indonesia. Kekalahan kandang terakhir Timnas Indonesia dari Vietnam terjadi pada 2019, saat era pelatih Simon McMenemy, ketika Garuda takluk 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Jika tampil dengan kekuatan terbaik, Indonesia bukan hanya berpeluang membalas kekalahan tersebut, tetapi juga mengamankan posisi puncak klasemen Grup A Piala AFF 2026.

Selain faktor kandang, keuntungan lain datang dari sisi logistik. Indonesia tidak perlu melakukan perjalanan jauh ke Vietnam atau Kamboja. Dua laga tandang Garuda hanya ke Singapura dan markas pemenang play-off.

Jarak tempuh yang relatif pendek memberi keuntungan dalam pemulihan fisik pemain. Waktu istirahat menjadi lebih ideal, terutama di turnamen padat seperti Piala AFF. 

Dalam konteks kompetisi regional, efisiensi perjalanan sering kali menjadi pembeda antara performa stabil dan inkonsistensi.

Dari sudut pandang teknis, kondisi ini memberi ruang bagi pelatih John Herdman untuk menjaga intensitas permainan tanpa terlalu khawatir soal kelelahan akibat perjalanan panjang.

Grup Neraka dan Ujian Perdana John Herdman

Meski mendapat keuntungan kandang, posisi Indonesia di Pot 3 membuat situasi tetap rumit. Penempatan ini merujuk pada kegagalan Indonesia lolos dari fase grup pada edisi sebelumnya. 

Padahal, jika melihat materi pemain, terutama saat kekuatan penuh, Indonesia merupakan salah satu tim paling disegani di Asia Tenggara.

Keberadaan Indonesia di Pot 3 bahkan disebut sebagai pemicu terciptanya “grup neraka”. Tim-tim unggulan seperti Vietnam dan Thailand di Pot 1, serta Malaysia dan Singapura di Pot 2, diyakini berharap terhindar dari Indonesia.

Bagi Garuda, konsekuensinya jelas: jalan menuju semifinal sudah terjal sejak awal. Indonesia harus bersaing ketat demi dua tiket lolos, menghadapi tim-tim kuat sejak fase grup.

Piala AFF 2026 juga menjadi ujian awal bagi John Herdman. Dalam sesi perkenalan, ia menegaskan akan mengoptimalkan pemain muda. 

Namun jadwal turnamen, yang digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus, berpotensi membuat pemain Indonesia yang berkarier di Eropa sulit bergabung karena bentrok dengan pramusim dan awal kompetisi liga.

Dalam sejarah Piala AFF, Indonesia belum pernah mengangkat trofi meski kerap menjadi favorit dan beberapa kali menembus final. 

Dengan segala keuntungan dan tantangan yang ada, Piala AFF 2026 akan menjadi tolok ukur penting: apakah Skuad Garuda akhirnya mampu memanfaatkan momentum, atau kembali terhenti di persimpangan sejarah. (dwi/hfp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:20
02:48
05:35
02:43
02:14
02:06

Viral