- Instagram @timnasfutsal
Media Spanyol Heran Bukan Main, Jelas-jelas Timnas Futsal Indonesia Kalah Lawan Iran Tapi Justru Panen Pujian
Nama Hector Souto memang identik dengan kebangkitan futsal Indonesia belakangan ini.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Pelatih kelahiran Chantada, Galicia, itu dikenal mengusung pendekatan taktik yang disiplin, terstruktur, dan menekankan transisi cepat serta pengembangan pemain jangka panjang.
Jejaknya di Indonesia dimulai saat menangani Bintang Timur Surabaya pada 2021.
Di sana ia mematahkan dominasi lama liga dan mempersembahkan tiga gelar Liga Futsal Indonesia dalam rentang 2021–2024, serta membawa klub tersebut menjuarai Kejuaraan Klub AFF 2022.
Kesuksesan itu menjadi batu loncatan menuju kursi pelatih tim nasional.
Pendekatannya juga menekankan sinergi antara kompetisi domestik dan timnas, menciptakan jalur pembinaan yang lebih jelas bagi pemain.
Dampaknya terlihat dari peningkatan kualitas permainan, kedalaman skuad, hingga mental bertanding di turnamen besar.
Meski gagal menjadi juara, capaian Indonesia tetap dianggap monumental.
Turnamen ini sendiri merupakan panggung elit futsal Asia sejak pertama digelar pada 1999, dengan puluhan negara berpartisipasi dalam kualifikasi setiap edisinya.
Final 2026 menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia menembus partai puncak.
Melawan tim seperti Iran, negara paling sukses dalam sejarah turnamen, memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan tim ke depan.
Apresiasi media asing menunjukkan bahwa kekalahan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Cara bermain, daya saing, serta atmosfer dukungan publik menjadi indikator bahwa futsal Indonesia sedang berada di jalur perkembangan positif.
Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin era Hector Souto akan dikenang sebagai periode penting yang membawa futsal Indonesia naik level, dari sekadar peserta menjadi penantang serius di Asia.
(tsy)