- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Sumardji Kena Sanksi 20 Laga dari FIFA, Tetap Tegaskan Komitmen Dampingi Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, angkat bicara setelah menerima hukuman berat dari FIFA. Ia memastikan situasi tersebut tidak akan membuatnya menjauh dari Timnas Indonesia yang tengah berjuang di berbagai agenda internasional.
Sumardji menegaskan komitmennya untuk tetap berada di belakang Skuad Garuda dalam kapasitas apa pun yang masih diperbolehkan. Baginya, kepentingan tim nasional tetap menjadi prioritas utama di atas persoalan pribadi.
Sanksi itu dijatuhkan setelah FIFA menyimpulkan adanya tindakan penyerangan terhadap wasit asal China, Ma Ning. Insiden tersebut terjadi dalam laga krusial yang sarat tensi tinggi.
Peristiwa itu berlangsung usai pertandingan Indonesia melawan Irak pada Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Duel tersebut digelar di Stadion King Abdullah, Jeddah, pada 11 Oktober 2025.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Irak. Hasil itu semakin menyakitkan karena diwarnai kontroversi di akhir laga.
Laporan resmi Komite Disiplin FIFA menyebut Sumardji melakukan kontak fisik dari arah belakang terhadap Ma Ning hingga sang wasit terjatuh. Temuan itulah yang kemudian menjadi dasar keputusan hukuman.
Tak lama setelah kejadian, Sumardji langsung diganjar kartu merah oleh pengadil pertandingan. Saat itu, ia masih menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia dan berada di area teknis.
FIFA menilai tindakan tersebut melanggar Pasal 14 Kode Disiplin FIFA poin 1 yang mengatur soal penyerangan terhadap perangkat pertandingan. Regulasi itu secara tegas melindungi ofisial pertandingan dari segala bentuk tindakan agresif.
Sebagai konsekuensi, Sumardji dijatuhi larangan mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan resmi FIFA. Hukuman itu membuatnya tidak bisa berada di bangku cadangan dalam kurun waktu yang cukup panjang.
Tak hanya itu, ia juga dikenai sanksi finansial sebesar 15.000 Swiss Franc atau sekitar Rp324 juta. Denda tersebut wajib dilunasi paling lambat 30 hari sejak keputusan diumumkan secara resmi.
Ia mengakui emosinya terpancing dalam situasi pertandingan yang menurutnya berjalan panas. Namun demikian, ia tidak menampik bahwa tindakannya merupakan sebuah kekeliruan.
"Jujur saya kaget kenapa sanksinya besar sekali sampai 20 pertandingan resmi FIFA. Itu cukup memberatkan. Saya tidak membantah, saya akui itu salah," kata Sumardji.
"Saya hanya ingin pemain ini dilindungi. Saya melihat wasit seperti mencari celah untuk memberi kartu merah, sehingga saat itu saya halangi dengan tangan. Itu berisiko membawa tim. Saya mengibaratkan diri sebagai orang tua yang harus mengamankan dan melindungi anak-anaknya," sambungnya.
Walau tidak diizinkan berada di bench maupun area teknis selama 20 laga resmi, Sumardji masih memiliki ruang untuk mendampingi tim. Ia tetap bisa berada di hotel tim serta berangkat bersama skuad ke stadion, asalkan tidak memasuki ruang ganti dan zona terlarang lainnya.
Sanksi tersebut mulai efektif pada agenda FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–31 Maret mendatang.
"Yang penting saya masih bisa memberikan dukungan dan kontribusi untuk Timnas Senior," ucap Sumardji.
"Saya memang tidak boleh di bench, tapi tetap bisa mendampingi di hotel dan berangkat ke stadion, selama tidak masuk ruang ganti,” pungkasnya. (igp/fan)