- macarthurfc.com
John Herdman Terima Kabar Bahagia, Striker Muda A-League Ini Bisa Jadi Senjata Baru Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Nama Luke Vickery mendadak ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
Striker muda yang merumput di kompetisi kasta tertinggi Australia itu disebut masuk radar naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia di masa depan.
Kabar tersebut mencuat setelah pelatih anyar Garuda, John Herdman, dikabarkan mulai menjalin komunikasi dengan sang pemain.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya memperluas opsi lini serang melalui pemain diaspora yang memiliki potensi jangka panjang.
- Instagram - Luke Vickery
Pemain berusia 20 tahun tersebut memiliki garis keturunan Indonesia dari nenek pihak ibu.
Namun, belum diketahui secara detail daerah asal keluarga tersebut.
Meski demikian, peluang administrasi untuk naturalisasi dinilai terbuka, mengingat status kewarganegaraan dan latar belakang keluarganya.
Saat ini Luke Vickery bermain untuk klub A-League, Macarthur FC, setelah bergabung pada September 2025. Kompetisi ini sendiri merupakan bagian dari A-League, liga profesional tertinggi di Australia.
Dalam musim berjalan, ia mulai dipercaya sebagai opsi serangan tim. Dari total 20 penampilan, terdiri dari 15 pertandingan liga domestik dan 5 laga di AFC Champions League Two, Vickery mencatatkan kontribusi lima gol dan tiga assist.
Catatan tersebut menunjukkan efektivitasnya sebagai penyerang muda yang terus berkembang.
Sebelum merapat ke Macarthur, ia sempat memperkuat Western United, yang menjadi batu loncatan awal dalam karier profesionalnya di Australia.
Dengan tinggi badan 183 cm, Vickery dikenal fleksibel karena mampu bermain di berbagai posisi lini depan, mulai dari penyerang tengah hingga sayap, kualitas yang sangat dihargai dalam sistem sepak bola modern yang menuntut mobilitas tinggi.
Di level tim nasional kelompok umur, Vickery pernah memperkuat Australia U-19 dalam ajang ASEAN U-19 Boys Championship 2024 di Surabaya.
Ia mencetak satu gol dari empat pertandingan, pengalaman yang menjadi bekal penting dalam menghadapi tekanan kompetisi internasional.
Fakta bahwa ia memiliki peluang membela lebih dari satu negara, Australia, Amerika Serikat, maupun Indonesia, menjadikan situasinya menarik. Dalam sepak bola modern, perebutan talenta diaspora kerap menjadi strategi federasi untuk meningkatkan kualitas skuad nasional.