- Instagram @tonykouwengk
Permata Baru Timnas Indonesia Bersinar di Eropa, Kiper Berdarah Bali Ini Resmi Dipanggil Atletico Madrid
tvOnenews.com - Harapan baru untuk masa depan Timnas Indonesia muncul dari Eropa.
Penjaga gawang muda berdarah Bali, Tony Kouwen, mendapat kesempatan menjalani trial bersama salah satu raksasa La Liga, Atletico Madrid.
Kabar tersebut dibagikan langsung oleh agen sang pemain melalui akun Instagram resmi @teamnio_sportmanagement.
- Instagram - Tony Kouwen
Dalam unggahannya, mereka menegaskan bahwa Tony tampil menonjol selama masa magang dan latihan bersama klub asal Spanyol tersebut.
“Atletico Madrid! Satu hal yang dapat kami yakinkan Anda: Tony menonjol selama magangnya! Kualitasnya, pola pikirnya, fokusnya, semuanya bersinar darinya,” tulis pihak agen.
Mereka juga menyebut kesempatan ini merupakan langkah besar dalam perjalanan karier Tony, terlepas dari hasil akhir trial tersebut.
"Kami bangga bisa bersama Tony dalam perjalanannya, tidak hanya sekarang, tetapi dalam segala hal yang akan datang. Apapun hasilnya, ini adalah langkah besar dan berharga dalam kariernya," lanjut mereka.
Tony Kouwen lahir di Belanda pada 4 Oktober 2009 dan kini baru berusia 16 tahun. Di usia semuda itu, ia sudah mampu menarik perhatian klub sebesar Atletico Madrid.
Sebelum mendapat kesempatan trial di Spanyol, Tony tercatat sebagai penjaga gawang FC Dordrecht U-15. Ia memulai perjalanan sepak bolanya sejak usia sembilan tahun bersama SC Welberg.
Perkembangannya cukup pesat. Ia sempat menimba pengalaman di Waasland-Beveren (Belgia), RKVV Roosendaal, NAC Breda, ADO Den Haag, hingga memperkuat Feyenoord U-17.
- Instagram - Tony Kouwen
Rangkaian pengalaman tersebut membuat mental dan kualitas tekniknya terasah sejak dini.
Koneksi Tony dengan Indonesia berasal dari garis keturunan ibunya, Corrina Kouwen. Kakeknya diketahui lahir dan besar di Bali.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, Tony sendiri pernah mengonfirmasi hal tersebut. Ia menyebut kakek dari pihak ibunya adalah orang Bali, sementara keluarga ayahnya berasal dari Belanda.
“Kakek dari ibu saya adalah orang Bali. Keluarga ayah saya adalah orang Belanda dan sedikit Thailandm tetapi tidak Thailand,” bunyi unggahan akun @pemaian_keturunan.
Fakta ini membuat namanya mulai dikaitkan dengan potensi membela Timnas Indonesia di masa depan.
Secara regulasi, peluang tersebut terbuka apabila proses administrasi dan kewarganegaraan memungkinkan.
Trial di Atletico Madrid tentu bukan kesempatan sembarangan.
- Instagram @tonykouwengk
Klub yang dikenal memiliki akademi kuat dan filosofi permainan disiplin itu hanya memberikan kesempatan kepada talenta yang benar-benar potensial.
Bagi Tony, pengalaman berlatih di lingkungan elite Eropa menjadi loncatan besar dalam kariernya.
Bahkan jika belum berujung kontrak permanen, pengalaman tersebut akan meningkatkan kualitas, mentalitas, dan daya saingnya.
Bagi Timnas Indonesia, kemunculan pemain keturunan muda berdarah Bali ini bisa menjadi investasi jangka panjang.
Usianya masih sangat muda, dan perkembangan dalam beberapa tahun ke depan akan sangat menentukan arah kariernya. (asl)