- Fortuna Sittard Official
Salip Pemain Real Madrid hingga Como, Pemain Pilar Timnas Indonesia ini Menggila di Eropa
tvOnenews.com - Bek muda Timnas Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung sepak bola Eropa.
Penampilan solid yang ditunjukkan Justin Hubner sepanjang musim 2025/2026 membuat namanya masuk dalam daftar pemain bertahan paling impresif di level elite.
Pilar lini belakang Fortuna Sittard tersebut tampil dominan saat menghadang serangan lawan.
Ia tidak hanya menjadi pilihan penting di klubnya, tetapi juga mulai mendapat pengakuan lewat data statistik yang menempatkannya sejajar dengan talenta muda top benua biru.
Berdasarkan laporan platform statistik sepak bola DataMB, Hubner kini masuk jajaran bek U-23 dengan kemampuan tekel paling efektif di tujuh liga kasta tertinggi Eropa.
- Fortuna Sittard Official
Catatan tersebut menegaskan kualitasnya sebagai salah satu pemain bertahan muda yang patut diperhitungkan.
Dalam data terbaru, Hubner menempati posisi ketiga dalam daftar pemain muda dengan jumlah tekel sukses terbanyak.
Ia mencatat rata-rata 1,01 tekel akurat per pertandingan, angka yang menempatkannya sejajar dengan bek potensial Barcelona, Gerard Martin.
Posisinya hanya terpaut tipis dari Abdukodir Khusanov milik Manchester City yang mencatat 1,11 tekel.
Sementara puncak daftar ditempati Brayann Pereira dari NEC Nijmegen dengan raihan 1,2 tekel sukses.
Menariknya, statistik Hubner bahkan melampaui sejumlah pemain bertahan dari klub papan atas Eropa.
Ia mengungguli bek Real Madrid Raul Asencio, pemain Sevilla Andres Castrin, hingga Jacobo Ramon dari Como 1907 yang juga dikenal sebagai talenta menjanjikan.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level kompetisi internasional yang sangat kompetitif.
Sepanjang musim berjalan, Hubner telah tampil dalam 16 pertandingan bersama Fortuna Sittard.
Mayoritas penampilannya terjadi di Eredivisie dengan total 15 laga serta satu pertandingan di ajang KNVB Beker.
Ia dipercaya menjadi starter dalam tujuh laga penting, sementara pada sembilan kesempatan lainnya ia tetap memberi dampak besar saat masuk sebagai pemain pengganti.
Keberadaannya di lini belakang menghadirkan stabilitas sekaligus meningkatkan daya saing tim.
Secara umum, peran bek modern di kompetisi Eropa memang semakin kompleks.
Data dari berbagai analisis teknis liga menunjukkan bek tak hanya dituntut bertahan, tetapi juga mampu membaca permainan, menjaga garis pertahanan, dan membangun transisi serangan, aspek yang mulai terlihat dalam gaya bermain Hubner.
Bek berusia 22 tahun itu dikenal dengan karakter bermain agresif, penuh keberanian, dan tidak ragu berduel fisik.
Ia sering tampil tanpa kompromi dalam situasi satu lawan satu.
"Ia tak ragu melakukan duel keras demi menghentikan laju serangan lawan," menjadi gambaran nyata dedikasinya di atas rumput.
"Gaya bermain ini membuatnya dijuluki “El Preman” oleh suporter Timnas Indonesia," sebagai bentuk kekaguman atas keberanian sang pemain.
Namun gaya bermain intens tersebut juga membawa konsekuensi.
Sepanjang musim ini Hubner telah menerima tujuh kartu kuning dan satu kartu merah akibat pendekatan defensifnya yang keras.
"Statistik ini menegaskan Hubner sebagai bek muda bermental baja yang berani mengambil risiko demi tim," tulis laporan tersebut.
Kombinasi kemampuan teknis, fisik kuat, serta mental berani membuat Hubner menjadi aset penting bagi masa depan Timnas Indonesia.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa memberi keuntungan besar dalam hal intensitas pertandingan dan standar taktik modern.
Pengembangan pemain diaspora di liga top Eropa memang sering dianggap membantu meningkatkan kualitas skuad nasional, terutama dalam menghadapi turnamen internasional dengan tempo tinggi.
Dalam konteks ini, performa Hubner menjadi sinyal positif bagi kedalaman lini belakang Garuda di masa mendatang.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin namanya akan semakin menguat sebagai salah satu bek kunci Indonesia sekaligus pemain Asia yang diperhitungkan di Eropa.
(tsy)