- Lille Official
Setelah Sekian Lama, Calvin Verdonk Akhirnya Blak-blakan Soal Timnas Indonesia Selama ini
tvOnenews.com - Bek kiri andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, akhirnya berbagi cerita terbuka mengenai skuad Garuda.
Dalam wawancara dengan media Belanda, pemain berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa basis pendukung Indonesia termasuk yang paling solid dan loyal dalam dunia sepak bola.
Verdonk resmi menjadi bagian dari Timnas Indonesia setelah proses naturalisasi pada Juni 2024.
Ia memiliki garis keturunan dari sang ayah yang berasal dari Aceh, dan sejak mengenakan seragam Merah Putih, kehidupannya, terutama di ruang publik, mengalami perubahan besar.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Verdonk mengaku awalnya bukan sosok yang aktif di media sosial. Namun statusnya sebagai pemain internasional Indonesia membuat situasi berubah drastis.
"Dulu saya tidak punya media sosial sama sekali. Hanya akun Instagram pribadi, tanpa nama saya dan mungkin hanya memiliki seratus pengikut. Ketika saya menjadi pemain internasional Indonesia, saya mulai menggunakannya," kata Calvin Verdonk dikutip dari Soccer News.
"Sekarang saya memiliki 2,3 juta pengikut. Saya ditandai di berbagai postingan dan menerima banyak pesan pribadi. Kebanyakan pesan positif. Mereka mengatakan mereka mencintai dan mendukung saya. Kami juga mengalami hal itu ketika kami sedang bertanding di luar negeri untuk pertandingan internasional," tambahnya.
Lonjakan interaksi digital tersebut menunjukkan betapa besar perhatian publik terhadap pemain nasional, terutama mereka yang berkarier di Eropa. Fenomena ini juga sering dibahas dalam kajian olahraga global, di mana sepak bola disebut sebagai alat pembentuk identitas kolektif dan kebanggaan nasional.
Bagi Verdonk, kekuatan terbesar suporter Indonesia bukan hanya jumlahnya, melainkan rasa kebersamaan yang mereka bangun.
Ia menilai solidaritas tersebut menjadi energi tambahan bagi pemain saat berada di lapangan maupun ketika menghadapi tekanan di luar pertandingan.
"Selain itu, masyarakat Indonesia sangat bangga dengan negara mereka dan memiliki rasa kebersamaan yang kuat," sambung Calvin.
"Hal ini mendorong para pendukung untuk secara aktif mengekspresikan dukungan mereka dengan acungan jempol, komentar, dan pesan pribadi. Dengan cara ini, pemain internasional memobilisasi pengikut online yang besar dan aktif," tukasnya.