- Sassuolo Official
Vietnam Ketar-ketir Soal Strategi John Herdman? ASEAN Cup 2026: Status Underdog Timnas Indonesia Bisa Jadi Bumerang untuk Rival
Grup A ASEAN Cup 2026 dan Tantangan Nyata
Di ASEAN Cup 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Vietnam jelas menjadi rival utama, sementara Singapura dikenal punya organisasi permainan yang rapih. Secara kualitas individu, Indonesia sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pemain-pemain yang berkarier di Eropa seperti Jay Idzes dan Calvin Verdonk memberikan warna berbeda dalam struktur permainan Garuda. Kombinasi pemain lokal dan diaspora membuat kedalaman skuad semakin kompetitif.
Namun Herdman tampaknya tidak ingin terjebak euforia. Ia sadar bahwa untuk menggulingkan kekuatan mapan Asia Tenggara, Indonesia harus memperbaiki konsistensi, terutama dalam fase knockout, fase yang kerap menjadi batu sandungan di masa lalu.
FIFA Series 2026: Fondasi Awal Herdman
Sebelum ASEAN Cup, Herdman akan menjalani debut resminya pada FIFA Series Maret 2026.
Berdasarkan rilis FIFA pada 23 Februari, Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pemenang laga itu akan tampil di partai final pada 30 Maret.
Turnamen mini ini bukan sekadar ajang uji coba. Herdman disebut akan memanggil 32 pemain untuk membangun kerangka awal tim.
Ia sebelumnya menyatakan FIFA Series akan dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat karakter dan potensi pemain Indonesia.
Pendekatan ini identik dengan gaya Herdman saat di Kanada: membangun fondasi kuat sebelum berbicara target besar. Ia jarang mengumbar ambisi instan, tetapi fokus pada proses dan identitas permainan.
Jadi, Underdog atau Kandidat Juara?
Secara status historis, Indonesia memang belum juara dan pantas disebut underdog. Namun dari sisi kualitas individu dan pengalaman pelatih, situasinya jauh lebih kompleks.
Dengan rekam jejak membawa Kanada ke Piala Dunia, Herdman punya kredibilitas untuk membangun kejutan.
Label underdog bisa menjadi tameng tekanan sekaligus bahan bakar motivasi. Jika strategi ini berjalan efektif, Indonesia justru bisa tampil tanpa beban dan lebih berbahaya.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia underdog, tetapi seberapa cepat Herdman mampu mengubah mentalitas runner-up menjadi mentalitas juara.