news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

John Herdman, Jay Idzes, dan Fabio Grosso di markas Sassuolo.
Sumber :
  • Sassuolo Official

Vietnam Ketar-ketir Soal Strategi John Herdman? ASEAN Cup 2026: Status Underdog Timnas Indonesia Bisa Jadi Bumerang untuk Rival

Dalam laporan Media Vietnam, John Herdman mengakui Indonesia belum masuk kategori favorit juara ASEAN Cup 2026. Namun dalam sepak bola modern, narasi underdog
Senin, 23 Februari 2026 - 22:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Apakah Timnas Indonesia memang pantas disebut underdog jelang ASEAN Cup 2026? Atau justru itu bagian dari strategi besar sang pelatih, John Herdman

Pernyataan Herdman yang menyebut Indonesia belum menjadi pesaing utama justru memantik kekhawatiran media Vietnam. Mereka menilai ucapan itu bisa menjadi taktik psikologis yang berbahaya.

Dalam laporan The Thao247 pada 16 Februari 2026, disebutkan bahwa Herdman secara jujur mengakui Indonesia belum masuk kategori favorit juara ASEAN Cup 2026. 

“Menjelang ASEAN Cup 2026, pelatih John Herdman secara jujur mengakui bahwa Indonesia belum menjadi pesaing utama,” tulis media tersebut. 

Ia juga menekankan bahwa tim perlu menghapus bayang-bayang enam kali finis sebagai runner-up sebelumnya.

Herdman sendiri mengatakan, “Kami adalah tim underdog, tetapi itu menciptakan motivasi.” Kalimat ini sederhana, tetapi sarat makna.

Strategi Rendah Hati atau Taktik Psikologis?

Secara historis, Indonesia memang belum pernah meraih gelar ASEAN Cup sejak era Piala Tiger 1996. Status tanpa trofi membuat label underdog terasa realistis.

Pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman
Sumber :
  • PSSI

Namun dalam sepak bola modern, narasi underdog sering kali dipakai untuk mengurangi tekanan sekaligus membangun mental kompetitif.

Menurut The Thao247, pendekatan rendah hati ini menunjukkan Indonesia memilih memosisikan diri sebagai penantang, bukan favorit. 

Dengan begitu, tekanan publik dan ekspektasi berlebihan bisa ditekan. “Mengakui status ‘underdog’ mereka sejak awal mungkin merupakan taktik psikologis dari pelatih Herdman,” tulis media tersebut.

Strategi ini bukan hal baru bagi Herdman. Saat menangani Timnas Kanada, ia juga membangun mentalitas tim yang tidak diunggulkan. 

Namun perlahan, ia membentuk kultur kerja keras, disiplin taktik, dan solidaritas tim yang kuat. Hasilnya? Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian bersejarah setelah absen 36 tahun.

Pendekatan Herdman biasanya dimulai dari fondasi mental. Ia menekankan identitas kolektif, transisi cepat, pressing agresif, serta kedisiplinan bertahan.

Ketika melatih Kanada, ia mampu memaksimalkan pemain-pemain diaspora dan yang berkarier di Eropa untuk membentuk tulang punggung tim yang solid. Pola ini berpotensi diterapkan di Indonesia.

Grup A ASEAN Cup 2026 dan Tantangan Nyata

Di ASEAN Cup 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. 

Vietnam jelas menjadi rival utama, sementara Singapura dikenal punya organisasi permainan yang rapih. Secara kualitas individu, Indonesia sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Pemain-pemain yang berkarier di Eropa seperti Jay Idzes dan Calvin Verdonk memberikan warna berbeda dalam struktur permainan Garuda. Kombinasi pemain lokal dan diaspora membuat kedalaman skuad semakin kompetitif.

Namun Herdman tampaknya tidak ingin terjebak euforia. Ia sadar bahwa untuk menggulingkan kekuatan mapan Asia Tenggara, Indonesia harus memperbaiki konsistensi, terutama dalam fase knockout, fase yang kerap menjadi batu sandungan di masa lalu.

FIFA Series 2026: Fondasi Awal Herdman

Sebelum ASEAN Cup, Herdman akan menjalani debut resminya pada FIFA Series Maret 2026. 

Berdasarkan rilis FIFA pada 23 Februari, Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pemenang laga itu akan tampil di partai final pada 30 Maret.

Turnamen mini ini bukan sekadar ajang uji coba. Herdman disebut akan memanggil 32 pemain untuk membangun kerangka awal tim. 

Ia sebelumnya menyatakan FIFA Series akan dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat karakter dan potensi pemain Indonesia.

Pendekatan ini identik dengan gaya Herdman saat di Kanada: membangun fondasi kuat sebelum berbicara target besar. Ia jarang mengumbar ambisi instan, tetapi fokus pada proses dan identitas permainan.

Jadi, Underdog atau Kandidat Juara?

Secara status historis, Indonesia memang belum juara dan pantas disebut underdog. Namun dari sisi kualitas individu dan pengalaman pelatih, situasinya jauh lebih kompleks. 

Dengan rekam jejak membawa Kanada ke Piala Dunia, Herdman punya kredibilitas untuk membangun kejutan.

Label underdog bisa menjadi tameng tekanan sekaligus bahan bakar motivasi. Jika strategi ini berjalan efektif, Indonesia justru bisa tampil tanpa beban dan lebih berbahaya.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia underdog, tetapi seberapa cepat Herdman mampu mengubah mentalitas runner-up menjadi mentalitas juara. 

Jika berkaca pada kisah Kanada, Vietnam dan rival lain memang punya alasan untuk mulai khawatir. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral