- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Pengamat Arab Saudi Yakin Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2034
tvOnenews.com - Seorang analis asal Arab Saudi, Fayad, secara terbuka memprediksi bahwa Timnas Indonesia akan tampil di Piala Dunia 2034.
Pernyataan tersebut memang terdengar berani. Namun, menurut Fayad, keyakinannya bukan sekadar spekulasi belaka.
Ia melihat ada fondasi yang kuat dalam sistem kompetisi nasional Indonesia yang saat ini tengah dibangun secara serius dan berjenjang.
Fayad menilai kekuatan sepak bola Indonesia tidak hanya bertumpu pada tim nasional semata, melainkan pada pembenahan liga domestik yang mulai menunjukkan arah jelas.
Di kasta tertinggi, kompetisi profesional yang kini dikenal sebagai Super League diikuti 18 tim dengan format kandang dan tandang penuh.
- Persib
Sistem degradasi tiga tim terbawah juga membuat persaingan berlangsung ketat hingga pekan terakhir.
Level kedua, yang selama ini dikenal sebagai Liga 2 Indonesia, menghadirkan format dua grup berisi masing-masing 10 tim.
Juara grup berhak promosi langsung, sementara peringkat kedua harus melalui babak play-off yang menentukan nasib mereka.
Skema ini dinilai menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat sepanjang musim.
Sementara itu, di kasta ketiga atau Liga 3 Indonesia, pembagian grup secara geografis memungkinkan klub-klub daerah berkembang tanpa terbebani jarak tempuh ekstrem.
Dari level inilah banyak talenta muda mulai mendapat jam terbang sebelum melangkah ke level profesional penuh.
Struktur berjenjang seperti ini, menurut Fayad, merupakan fondasi penting bagi negara yang ingin menembus panggung global.
Kompetisi yang ketat diyakini akan memaksa klub membangun pembinaan usia muda yang lebih sistematis.
Sorotan terbesar Fayad justru tertuju pada kasta terbawah, yakni Liga 4.
Ia menyebutnya bukan sekadar kompetisi, melainkan sistem penyaringan masif yang mencerminkan luasnya bentang geografis Indonesia.
Dengan ratusan liga kota sebagai titik awal, kompetisi berjenjang itu menyaring ribuan tim menjadi puluhan wakil terbaik di tingkat provinsi, sebelum akhirnya mengerucut ke fase nasional.
Sistem ini dianggap sebagai cerminan realitas Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau.
"Dengan 17.000 pulau dan ratusan liga lokal, Indonesia memiliki satu tangga sukses yang luar biasa. Jika sepak bola adalah cerminan geografi, maka Indonesia memiliki sistem paling ambisius di bumi," ujar Fayad dalam analisisnya, dikutip dari akun Instagram @fayadzinho.
Menurutnya, mekanisme kompetisi yang panjang dan berlapis akan memastikan hanya pemain dengan mental dan kualitas terbaik yang mampu bertahan hingga level atas.
Optimisme terhadap Indonesia memang tidak muncul tanpa dasar.
Sejak beberapa tahun terakhir, federasi sepak bola nasional, PSSI, melakukan berbagai reformasi dan pembinaan.
Indonesia juga terus memperkuat pembinaan usia muda melalui turnamen kelompok umur serta peningkatan kualitas infrastruktur stadion pasca renovasi besar-besaran menjelang dan setelah pelaksanaan Piala Dunia U-17 2023.
- AFC
Di level internasional, performa tim nasional dalam beberapa ajang terakhir turut meningkatkan kepercayaan diri publik.
Indonesia mulai menunjukkan daya saing di kawasan Asia, termasuk dalam kualifikasi turnamen di bawah naungan AFC.
Format baru Piala Dunia yang memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim sejak edisi 2026 juga membuka peluang lebih besar bagi negara-negara Asia untuk lolos ke putaran final.
Jika tren positif ini terus berlanjut, peluang tampil di Piala Dunia 2034 bukan lagi sekadar angan.
Membawa Indonesia ke Piala Dunia tentu bukan perkara mudah. Negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Australia masih menjadi kekuatan dominan.
Namun, dengan fondasi kompetisi yang terus diperkuat dan pembinaan usia muda yang semakin terstruktur, jarak tersebut perlahan bisa dipersempit.
Prediksi Fayad mungkin terdengar seperti kejutan. Namun di balik pernyataan beraninya, ada analisis tentang struktur, sistem, dan keberanian Indonesia membangun fondasi dari bawah.
Jika piramida kompetisi benar-benar berjalan konsisten dan profesional, maka bukan mustahil suatu hari nanti Garuda benar-benar tampil di panggung sepak bola dunia pada 2034.
(tsy)