- Kolase Instagram/Maarten Paes & X/Timnas Indonesia
Lebih Oke Maarten Paes Ketimbang Emil Audero? Begini Kata Legenda Timnas Indonesia
Ajax dikenal sebagai klub dengan filosofi penguasaan bola tinggi dan membangun serangan dari lini belakang.
Sistem permainan seperti ini menuntut kiper memiliki distribusi akurat dan keberanian membaca ruang.
Meski baru mencatatkan dua penampilan, sejumlah analis sepak bola Belanda memandang Paes punya potensi untuk berkembang dalam skema tersebut jika mampu beradaptasi cepat.
Bermain di lingkungan dengan standar teknis tinggi seperti Ajax tentu menjadi nilai tambah bagi Paes.
Intensitas latihan dan tuntutan taktik di klub sebesar itu bisa memperkaya kualitasnya sebagai penjaga gawang modern.
Di sisi lain, Emil Audero menjalani musim stabil bersama US Cremonese di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Pengalaman bertahun-tahun di sepak bola Italia membuatnya matang secara taktik dan mental.
Serie A dikenal sebagai liga dengan disiplin pertahanan ketat serta tekanan tinggi terhadap lini belakang.
Konsistensi Audero mencatatkan penampilan solid, termasuk sejumlah clean sheet, menjadi bukti kapasitasnya menghadapi situasi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, pengalaman Audero yang pernah membela klub-klub besar Italia sebelumnya membuatnya terbiasa menghadapi tekanan publik dan ekspektasi besar, sesuatu yang juga akan ia rasakan saat bermain di hadapan puluhan ribu suporter di GBK.
Menurut Supriyono Prima, persaingan ini justru menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia.
"Ini menjadi apa namanya? Model pentinglah untuk persaingan penjaga gawang yang ketat. Kemudian juga pasti dipusingkan dengan memilih yang siapa yang tepat untuk bisa menjadi pilar terakhir nantinya," tutur Supriyono Prima.
Meski mengakui kualitas keduanya sama-sama mumpuni, ia secara pribadi lebih condong kepada Paes.
"Apalagi Maarten Paes juga memiliki kemampuan, Emil juga luar biasa. Saya pikir dengan dua penjaga gawang yang dipunya Indonesia, walau ada kiper-kiper yang lain ya, untuk menentukan di starting XI saya pikir memang harus ada kejelian, kematangan untuk bisa memilih yang tepat siapa sih yang layak untuk menjadi starter. Kalau saya pribadi ya, saya pilih Maarten Paes. Memungkinkan juga keduanya dimainkan di FIFA Series nanti," tutur Supriyono Prima.