- Instagram Timnas Indonesia / Erick Thohir
Tak Mau Ditutupi, Coach Justin Geram Lihat Jersey Baru Timnas Indonesia: Enggak Make Sense Sama Sekali
tvOnenews.com - Kemunculan jersey baru Timnas Indonesia memicu pro kontra di kalangan masyarakat.
Beberapa hari lalu, Timnas Indonesia resmi mendapatkan desain jersey baru yang kini dikeluarkan oleh merk Kelme yang menggantikan Erspo.
Pro dan kontra pun bermunculan dalam menanggapi jersey baru Timnas Indonesia tersebut.
Di antara yang tidak puas dengan jersey baru Timnas Indonesia menganggap bahwa seragam Skuad Garuda keluaran Kelme itu mirip dengan yang digunakan tim badminton.
Sebagai pengamat sepak bola, Coach Justin punya pandangan sendiri soal jersey baru Timnas Indonesia.
Coach Justin sendiri memberikan kritik keras terhadap jersey keluaran Kelme tersebut.
Menurut Coach Justin, pada dasarnya desain jersey Timnas Indonesia saat ini sudah cukup bagus.
"Desainnya oke, bahannya gua enggak tahu, asumsi bahannya bagus," ujar Coach Justin soal jersey terbaru Timnas Indonesia dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.
Namun yang menjadi sorotan Coach Justin adalah soal harga resmi jersey terbaru Timnas Indonesia dari Kelme.
"Tapi harganya untuk gua enggak make sense, 1,5 juta itu tidak masuk akal," tegas Coach Justin.
"Itu menurut gua, pendapat gua," lanjutnya.
Coach Justin mempermasalahkan harga jersey keluaran Kelme dengan mengaitkan posisi merk tersebut dibandingkan merk lain yang lebih besar di dunia.
"Kelme itu di tier berapa di dunia?" ujar Coach Justin.
Kemudian Coach Justin membandingkan dengan Adidas yang memproduksi jersey Jerman dan Argentina yang dijual dengan harga 2 jutaan.
"Gua buka Adidas.co.id, gua cek jerseynya Jerman sama Argentina yang player issue, 2 juta," kata Coach Justin.
"Di negaranya sendiri, di Eropa lah, 2 juta itu kecil," lanjutnya.
Harganya memang lebih mahal, tetapi jika dibandingkan dengan target pasar di Eropa maka harga tersebut masih masuk akal.
"Jadi Adidas sangat wajar untuk menjual harga jerseynya di 2 jutaan," ujar Coach Justin.
Berbanding terbalik dengan keadaan di Indonesia jika jersey Timnas dijual dengan harga 1,5 juta.
"Gua cek UMR di Jakarta hampir 6 juta, which is sekitar 30-25 persenan dengan harga 1,5 juta yang player issue," ungkap Coach Justin.
"Gua cek lagi di Solo, 2,5 juta itupun 60 persen dari UMR Solo untuk beli ini, di Surabaya enggak beda jauh dari Jakarta, di Jogja 2,6 itu juga 50-55 persen," lanjutnya.
Menurut Coach Justin, tidak masuk akal jika memaksakan untuk membeli jersey Timnas Indonesia dengan harga 1,5 juta.
"Enggak make sense lu beli satu jersey 50-60 persen dari gajilu, enggak make sense sama sekali dengan harga 1,5 juta," tegas Coach Justin.
Terutama melihat kondisi ekonomi masyarakat Indonesia saat ini serta fakta bahwa seharusnya biaya produksinya tidak sebesar itu.
"1,5 juta itu enggak bisa di-justify sama sekali, tidak dari sisi produksi, tidak dari sisi image internasional, tidak dari sisi daya beli orang Indonesia," kata Coach Justin.
"Apalagi kita harus fair aja, negara ini rakyat kita sekarang lagi enggak baik-baik aja, bukan ekonominya lagi naik," lanjutnya.
Oleh karenanya, Coach Justin menegaskan bahwa harga 1,5 juta untuk jersey Timnas Indonesia tidak cocok bagi pasar Indonesia.
"Jadi untuk gua sama sekali enggak ada alasan untuk menjual 1,5 juta," tegas Coach Justin.
Jersey terbaru Timnas Indonesia buatan Kelme ini akan mulai digunakan Skuad John Herdman dalam FIFA Series 2026 yang berlangsung di akhir bulan Maret ini.
(far)