- Kemenpora RI
Erick Thohir Tak Sabar Lihat Tantangan Baru Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai ajang FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 dan 31 Maret 2026 mendatang menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan kualitas internasional.
Timnas Indonesia menjadi salah satu tuan rumah dalam turnamen FIFA Series yang digelar di berbagai konfederasi yang tersebar di seluruh dunia. Pada pertandingan perdana, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis. Tim asal kawasan Karibia itu dikenal memiliki karakter permainan yang mengandalkan kekuatan fisik serta kecepatan dalam melakukan transisi serangan.
Erick Thohir menilai kehadiran tim-tim dari kawasan berbeda, seperti Karibia dan Eropa, akan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi skuad Garuda.
“FIFA Series ini memberi tantangan yang benar-benar berbeda bagi Timnas Indonesia. Kita menghadapi tim dari kawasan Karibia dan Eropa dengan karakter permainan yang berbeda. Ini kesempatan besar bagi pemain dan juga publik untuk melihat standar sepak bola dunia,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis diprediksi berlangsung menarik. Pasalnya, beberapa pemain dari tim Karibia tersebut memiliki pengalaman bermain di kompetisi Inggris, yang membuat mereka dikenal kuat secara fisik serta cepat dalam membangun serangan.
Di sisi lain, Erick menilai Timnas Indonesia juga memiliki lini pertahanan yang cukup solid untuk menghadapi gaya bermain tersebut. Skuad Garuda diperkuat sejumlah bek yang memiliki pengalaman bermain di level tinggi seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, serta Elkan Baggott yang kembali memperkuat tim nasional.
Keempat pemain tersebut diperkirakan akan menghadapi penyerang Saint Kitts and Nevis yang merumput di Inggris seperti Jordan Bowery dan Tyrese Shade.
Menurut Erick, perpaduan pemain yang berkarier di Eropa dan kompetisi domestik memberikan keseimbangan penting bagi kekuatan pertahanan Indonesia.
“Kita punya bek yang kuat dan sudah terbiasa menghadapi pemain dengan intensitas tinggi. Ini akan menjadi duel yang menarik antara pertahanan Indonesia melawan penyerang Saint Kitts and Nevis,” kata Erick.
Selain menghadapi tim Karibia, Indonesia juga berpotensi berhadapan dengan Timnas Bulgaria yang menjadi salah satu peserta kuat di FIFA Series. Tim asal Eropa tersebut dihuni sejumlah pemain yang tampil di kompetisi elite benua biru.
Di antaranya adalah gelandang Ilia Gruev yang bermain untuk Leeds United serta bek Petko Hristov dari klub Italia Spezia Calcio.
Erick menilai menghadapi tim dengan pengalaman bermain di liga-liga top Eropa akan menjadi ujian nyata bagi perkembangan Timnas Indonesia.
“Jika kita menghadapi Bulgaria, itu akan menjadi pengalaman luar biasa. Mereka memiliki pemain yang bermain di liga top Eropa dan tentu akan memberi tantangan berbeda bagi Timnas,” ujarnya.
Selain aspek persaingan di lapangan, Erick juga menekankan bahwa turnamen ini memiliki dampak penting terhadap posisi Indonesia di peringkat dunia. Saat ini Timnas Indonesia berada di peringkat 121 dalam ranking FIFA, sementara pertandingan di FIFA Series berstatus FIFA Grade A yang berarti poinnya akan berpengaruh langsung terhadap peringkat internasional.
Ia juga menyebut turnamen tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sepak bola Indonesia agar semakin memahami standar persaingan global.
“Kita ingin publik melihat langsung bagaimana kualitas lawan dari berbagai belahan dunia. Ini penting agar kita semua memahami standar kompetisi global,” jelasnya.
Dengan dukungan penuh suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Erick optimistis FIFA Series bisa menjadi panggung penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka di level internasional.
“Ini kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan diri. Kita ingin menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia terus berkembang dan siap bersaing di level dunia,” tutup Erick. (hfp)