- tvonenews.com - Ilham Giovani
John Herdman Blak-blakan Bicara soal Budaya di Timnas Indonesia, Jay Idzes hingga Emil Audero Tuai Pujian Selangit
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berbicara soal budaya di skuadnya. Para pemain senior seperti Jay Idzes dan Emil Audero mendapatkan pujian.
Skuad Garuda gagal meraih hasil yang maksimal dari FIFA Series 2026. Meski menjadi tuan rumah, Timnas Indonesia gagal menjadi juara usai dikalahkan Bulgaria dengan skor 0-1 di final.
Gol penalti Marin Petkov pada menit ke-38 menjadi satu-satunya pembeda di antara kedua tim. Duel tersebut dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (30/3/2026) malam kemarin WIB.
Meskipun kalah, permainan Timnas Indonesia tidak sepenuhnya mengecewakan. Mereka berhasil memberikan ancaman di paruh kedua hingga mampu menyentuh mistar gawang dua kali.
Peluang dari Ole Romeny dan Rizky Ridho hampir menyamakan skor. Namun sayang, skor tetap tidak berubah hingga akhir walau para pemain Timnas Indonesia mengupayakannya.
Setelah laga, John Herdman berbicara tentang kualitas para pemain Timnas Indonesia. Sang pelatih asal Inggris mengaku melihat potensi yang luar biasa dari para pemain senior.
Tidak hanya Jay Idzes selaku kapten, melainkan juga para pemain lainnya. Kevin Diks, Rizky Ridho, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, dan Emil Audero, menurutnya, adalah para pemain yang menjadi pemimpin dalam tim.
“Saya pikir grup ini memiliki potensi yang sangat besar. Potensi nyata. Saya pikir, eh, kita baru saja memulai dengan apa yang telah saya lihat. Dalam budaya. Saya pikir secara budaya kita memiliki beberapa pemimpin yang kuat. Pemimpin sejati,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai laga.
“Orang-orang yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Dan saya pikir itu sangat penting. Jay Idzes adalah pemain yang fenomenal. Kevin Diks, Pelupessy, Verdonk, Rizky Ridho, Emil Audero, ada di dalam kelompok kepemimpinan,” tambahnya.
Herdman membeberkan bahwa para pemain Timnas Indonesia bahkan ikut dalam rapat Zoom sebelum berkumpul. Hal ini dilakukan karena perbedaan waktu yang jauh di antara para pemain.
“Dan ya, maksud saya, kelompok kepemimpinan mereka solid. Kita memiliki inti yang sangat kuat. Jadi saya senang dengan itu karena mereka mengikuti rapat Zoom sebelum datang ke kamp, menghabiskan waktu berjam-jam saat kita melakukan persiapan,” tandasnya.
“Kita telah membangun inti dari seragam kita. Apa artinya mewakili negara ini dan apa yang tidak dapat dinegosiasikan sebagai sebuah kelompok. Dan saya telah menyaksikan kelompok itu malam ini melakukannya,” kata Herdman.
“Mereka, mereka mengerahkan semua kemampuan mereka. Jadi hal-hal yang telah saya lihat tertulis menjadi nyata. Jadi, kami memiliki kepemimpinan yang kuat,” lanjutnya.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu juga melihat hal positif dari para suporter Timnas Indonesia. Dia melihat masyarakat Indonesia memiliki semangat hidup yang tinggi..
“Saya sangat terkesan dengan energi masyarakat, terutama orang-orang di jalanan. Itu sangat istimewa. Tetapi para pemain mencerminkan masyarakat,” katanya.
“Masyarakat Indonesia memiliki semangat hidup yang tinggi, semangat yang benar-benar bahagia. Mereka menikmati hidup. Mereka tersenyum, mereka tertawa. Dan saya menikmatinya, itu cocok, cocok dengan kepribadian saya, cocok dengan apa yang ingin saya bawa ke sini,” pungkasnya. (rda)