- Instagram/indrasjafri_coach
Saudara Irfan Bachdim Diduga Terlibat, Media Belanda Korek Lebih Dalam soal Polemik Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Media Belanda, Het Algemeen Dagblad (AD) menyoroti terkait keterlibatan sosok penting di balik polemik paspoortgate yang menghantam sejumlah pemain Timnas Indonesia di Eredivisie.
Pemberitaan tersebut bahkan mengundang reaksi dari media-media Belanda lainnya dalam bentuk ulasan di platform masing-masing. Salah satunya adalah Voetbal Primeur.
AD pada awalnya menyoroti terkait kasus kewarganegaraan dan izin kerja para pemain yang terkena polemik paspoortgate di Liga Belanda.
Awal mula polemik ini berasal dari protes yang diajukan NAC Breda. Mereka melayangkan keberatan setelah mengalami kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.
Dalam laporan tersebut, NAC Breda menyoroti status Dean James. Mereka meragukan kelayakan sang pemain untuk tampil berdasarkan aturan yang berlaku.
Kecurigaan itu berkaitan dengan izin kerja dan standar gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa. Dalam regulasi Eredivisie, pemain di luar Uni Eropa diwajibkan memenuhi batas gaji tertentu yang cukup tinggi.
Imbasnya, ada tiga pemain lainnya yang juga dikabarkan terdampak. Adalah Justin Hubner (Fortunas Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
Selain keempat nama tersebut, ada puluhan pemain lain yang juga masuk dalam pendataan. Eredivisie mencatat sekitar 25 pemain dari berbagai negara yang berpotensi mengalami masalah serupa.
AD turut menyoroti adanya sosok penting di balik layar bagi para pemain yang akhirnya memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Sosok yang dimaksud adalah Fardy Bachdim, saudara dari mantan pemain skuad Garuda, Irfan Bachdim.
Dalam pemberitaannya, AD menyebut bahwa Bachdim sering muncul dalam momen naturalisasi sejumlah pemain seperti Joey Pelupessy dan Dean James. Ia digambarkan sebagai “penghubung” yang menjalin relasi antara pemain keturunan Indonesia di Belanda dengan peluang membela skuad Garuda.
"Riset AD mengungkapkan bahwa Bachdim, saudara dari mantan pesepakbola Irfan Bachdim, adalah tokoh penting dalam proses naturalisasi," tulis Voetbal Primeur, dikutip Minggu (5/4/2026).
"Ia tampak jelas hadir dalam foto-foto, antara lain, naturalisasi James dan Joey Pelupessy," sambungnya.
Bachdim diketahui memiliki jaringan luas di Belanda dan Indonesia, dengan latar belakang sebagai pelatih tim muda serta pengelola sekolah sepak bola.
Ia juga terlihat mendampingi figur penting seperti Shin Tae-yong saat memantau pemain, misalnya Jay Idzes. Selain pemain senior, ia juga disebut mendekati pemain muda seperti Tim Geypens dan Dion Markx untuk memilih Indonesia.
"Surat kabar itu menggambarkannya sebagai 'penghubung hebat'. Seseorang yang mendekati pemain Belanda keturunan Indonesia dan membimbing mereka menuju karier internasional untuk Indonesia. 'Terkadang itu terjadi di pertandingan mereka, seperti pada tahun 2024," tulis Voetbal Primeur.
"Bersama, antara lain, Shin Tae-Yong, pelatih tim nasional Indonesia saat itu, ia duduk di tribun ketika Jay Idzes bermain untuk Venezia di Como. Di luar stadion, ia juga sering terlihat. Di hotel bersama para pemain, tetapi juga, misalnya, di kedutaan besar Indonesia di Brussels, ketika pemain Eredivisie Eliano Reijnders dan Mees Hilgers mendapatkan kewarganegaraan baru mereka di sana," lanjutnya.
AD menilai banyak pemain tergiur “mimpi sepak bola” tanpa memahami risiko administratif seperti kehilangan paspor, izin kerja, dan aspek hukum lainnya.
Hingga kini, AD tidak menuliskan secara tersurat apakah Bachdim benar-benar tidak memahami aturan tersebut atau sengaja mengabaikannya.
"Gambaran keseluruhannya jelas. Para pemain dijanjikan mimpi sepak bola. Dan justru itulah, menurut mereka yang terlibat, yang menyebabkan sebagian besar pemain kurang memperhatikan konsekuensi dari pilihan mereka untuk bermain bagi Indonesia. Mereka memikirkan peningkatan kemampuan olahraga. Bukan tentang paspor, izin kerja, visa tinggal, dan masalah hukum lainnya," tulis Voetbal Primeur.
"Tidak jelas apakah Bachdim memang tidak menyadari aturan migrasi yang ketat, atau sengaja mengabaikannya dengan para pemain yang bergaul dengannya," tambahnya.
Kemudian, AD turut menyoroti terkait satu nama yang kini selamat dari polemik paspoortgate yang tengah ramai di Liga Belanda. Pemain yang dimaksud adalah Maarten Paes.
Menurut media Belanda itu, salah satu pengecualian adalah Maarten Paes yang mendapat penjelasan soal risiko kehilangan kewarganegaraan sejak awal. Tepatnya kala hendak bergabung dengan Ajax Amsterdam.
"Kecuali satu orang: kiper Ajax, Maarten Paes. Namun, telah dijelaskan kepadanya bahwa ia berpotensi kehilangan kewarganegaraan Belanda jika memilih Indonesia," jelas AD.
"Bukan oleh Fardy Bachdim, tetapi oleh pengacara dari SEG, firma manajemennya," tutupnya.
(igp/rda)