news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto.
Sumber :
  • FFI

Hector Souto Langsung Gerak Cepat usai Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara Piala AFF 2026, Berburu Bakat Muda hingga ke Pelosok!

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mulai menggerakkan program pencarian pemain muda dengan pendekatan yang lebih luas. Upaya ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat kualitas tim nasional dari level dasar.
Kamis, 16 April 2026 - 09:21 WIB
Editor :

‎Dengan sistem kerja seperti ini, proses pencarian pemain tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap wilayah tetap mengikuti pola yang sama agar hasilnya bisa dibandingkan secara objektif.

‎"Masing-masing akan bekerja di wilayah yang berbeda, didukung oleh pelatih yang memiliki pengalaman di tim nasional U-16 dan U-19 untuk memastikan proses yang terstruktur, konsisten, dan berkualitas di seluruh negara," ucap Souto.

‎Ia juga menyinggung luasnya wilayah Indonesia yang menjadi tantangan tersendiri dalam menjaring pemain. Oleh sebab itu, mekanisme pencarian dibuat bertahap dari tingkat lokal hingga nasional.

‎Peran asosiasi futsal di daerah menjadi ujung tombak dalam proses ini. Mereka bertanggung jawab melakukan penyaringan awal sebelum masuk tahap berikutnya.

‎"Indonesia adalah negara yang sangat luas. Tidak mungkin hadir di setiap kota. Karena itu, sistemnya jelas: Pertama, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) melakukan deteksi talenta di tingkat lokal, kedua AFP mengoordinasikan dan melakukan seleksi awal, ketiga kami melakukan evaluasi final di 38 provinsi," jelas Souto. 

‎Souto menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini secara maksimal. Ia juga membuka ruang bagi pihak daerah untuk aktif berpartisipasi dalam proses tersebut.

‎Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen futsal nasional sangat diperlukan. Tanpa kolaborasi yang kuat, pencarian bakat tidak akan berjalan optimal.

‎"Komitmen kami terhadap proses ini maksimal. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi AFK atau AFP di wilayah masing-masing. Mereka harus menjadi referensi utama di setiap daerah," tegasnya.

‎Lebih jauh, ia menilai masa depan futsal Indonesia sangat ditentukan oleh sistem pembinaan usia dini. Kompetisi yang terstruktur dinilai penting untuk melahirkan pemain berkualitas.

‎Souto pun menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dari usia anak-anak hingga remaja. Hal ini diyakini mampu meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

‎"Kami sedang membangun sesuatu yang serius. Namun ke depan, deteksi talenta harus lahir dari sistem kompetisi nasional yang terstruktur dengan baik, dari usia 6 hingga 18 tahun. Ini waktunya futsal. Ini waktunya mendorong batas kemampuan talenta nasional," pungkasnya. 

‎(igp/rda)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:42
02:02
01:09
02:38
01:13
02:05

Viral