- PSSI Pers
Respons Berkelas Erick Thohir setelah Beberapa Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Terkena Masalah Paspor di Belanda
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik Passportgate yang sempat menghebohkan sepak bola dan Indonesia akhirnya mendapat respons tegas dari Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa seluruh regulasi terkait status kewarganegaraan atlet berdarah Indonesia sudah memiliki landasan hukum yang kuat dan tidak perlu diragukan lagi.
Erick Thohir menegaskan bahwa tidak hanya cabang sepak bola, berbagai cabang olahraga lain pun telah membuka pintu bagi para diaspora berdarah Indonesia untuk kembali dan mengharumkan nama bangsa. Salah satu contoh nyatanya adalah Maesha Wall, perenang berbakat yang sejak usia 16 tahun telah menyumbangkan tiga medali emas di SEA Games.
"Tidak hanya cabang olahraga sepak bola, ya kita lihat beberapa cabang olahraga pun memiliki atau memberikan kesempatan banyak diaspora kita ya yang punya darah Indonesia untuk kembali tentu mengibarkan Merah Putih kita, seperti Maesha Wolf yang renang, itu sejak usia 16 tahun di SEA Games sudah memberikan tiga medali emas," ujar Erick Thohir.
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang teguh pada prinsip kewarganegaraan tunggal, yaitu satu paspor. Namun di sisi lain, ia mendorong agar sport diplomacy atau diplomasi olahraga terus diperkuat sebagai instrumen hubungan antarnegara.
"Aturannya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita memiliki satu paspor. Itu yang kita tetap anut. Tetapi saya juga mendorong bahwa sport diplomacy itu menjadi penting ya. Kerja sama pemerintah dengan pemerintah lain itu harus kita tingkatkan, karena sport diplomacy ini menjadi sebuah kekuatan yang mengikat dua negara," tegasnya.
Fenomena atlet Indonesia yang kemudian memperkuat negara lain bukan hal baru dalam sejarah olahraga nasional. Erick mengingatkan publik soal Mia Audina yang lahir di Indonesia namun akhirnya membela Belanda dan meraih medali perak Olimpiade, serta pebulu tangkis Tony Gunawan yang pernah menjuarai dunia saat memperkuat Amerika Serikat.
"Lalu kalau kita lihat beberapa atlet bulu tangkis kita yang juga bertanding di Amerika, sempat kalau saya tidak salah ada yang juara dunia di bulu tangkis di ganda waktu itu, Tony Gunawan dan sebagainya, ya. Artinya aturan payung hukum jelas, kita kiblatnya ada payung hukum Indonesia," jelas Menpora.