- Instagram Nova Arianto - AFF
Lebih Enak Mana Dilatih Nova Arianto atau Kurniawan Dwi Yulianto? Begini Testimoni Striker Timnas Indonesia U-17
tvOnenews.com – Striker andalan Timnas Indonesia U-17 Mochamad Mierza Fijratullah buka suara mengenai dinamika yang terjadi di skuad Garuda Muda.
Menanggapi transisi kepelatihan dari Nova Arianto ke Kurniawan Dwi Yulianto, Mierza menilai tidak ada perbedaan mendasar dalam prinsip permainan, namun ia mengakui perlunya penyesuaian teknis yang instan.
Bermain di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (19/4/2026), Mierza menegaskan bahwa para pemain berusaha memahami skema yang diinginkan oleh pelatih baru.
Pergantian nakhoda di tim nasional kerap menjadi sorotan publik. Bagi Mierza, para pemain sudah terbiasa bekerja dengan kedua pelatih tersebut.
Ia menekankan bahwa penyesuaian yang dilakukan saat ini murni untuk kebutuhan teknis di lapangan.
"Sebenarnya nggak ada perbedaan karena anak-anak juga sempat dipegang Coach Nova, sempat dipegang Coach Kurniawan. Ya mungkin butuh adaptasi saja," ujar Mierza selepas laga.
Ia pun menyadari waktu yang dimiliki skuad sangat terbatas, sehingga kolektivitas harus segera terbentuk.
"Mungkin karena kita baru dilatih coach Kurniawan beberapa bulan ini ya mungkin masih butuh adaptasi dan anak-anak harus cepat adaptasi untuk persiapan AFC," pungkas Mierza.
Di luar masalah teknis, Mierza juga menyoroti perubahan atmosfer yang dirasakan para pemain. Ia mengakui bahwa ekspektasi masyarakat Indonesia terhadap Timnas U-17 saat ini jauh lebih besar dibanding masa-masa sebelumnya.
Keberhasilan Indonesia menembus Piala Dunia U-17 2025 di Qatar menjadi standar tinggi yang menuntut performa sempurna di setiap laga.
"Kalau untuk saya, karena yang dulu tekanannya kayak masih anak-anak benar-benar los, nggak denger tekanan yang lain. Karena track record mungkin kemarin masuk Piala Dunia, jadi masyarakat pasti kayak tekanannya harus main lebih bagus lagi," ungkap Mierza.
Pelajaran Pahit dari Piala AFF U-17 2026
- ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Harapan Mierza agar tim segera beradaptasi bukannya tanpa alasan. Pasalnya, di bawah arahan Kurniawan Dwi Yulianto, Timnas Indonesia U-17 harus menelan pil pahit di Piala AFF U-17 2026.
Tampil di depan pendukung sendiri, Garuda Muda justru harus tersingkir lebih awal. Putu Ekayana dkk. gagal melaju ke babak semifinal setelah hanya mampu menempati posisi ketiga di fase grup.
Hasil buruk ini tentu menjadi tamparan keras bagi tim, sekaligus menjadi bahan evaluasi mendesak bagi jajaran pelatih.
Kini, fokus utama Garuda Muda adalah melakukan perbaikan total. Evaluasi dari kegagalan di Piala AFF ini diharapkan menjadi bekal krusial bagi Kurniawan Dwi Yulianto untuk mematangkan taktik dan mentalitas pemain sebelum terjun di putaran final Piala Asia U-17 2026 pada Mei mendatang.
Waktu yang tersisa sangat singkat, namun perjuangan untuk bangkit harus segera dimulai.