- instagram albrtoo_10
Alasan Rasisme di Balik Aksi Fadly Alberto Dipertanyakan Pemain Dewa United: Lebay
tvOnenews.com - Insiden tendangan 'kungfu' yang dilakukan Fadly Alberto dalam laga EPA U-20 memicu kontroversi luas.
Ia mengaku terpancing emosi akibat dugaan serangan rasis sebelum melancarkan aksinya, namun klaim tersebut justru mendapat respons tajam dari pemain Dewa United, Oumar Nja Ariel Denzel.
Peristiwa itu terjadi saat pertandingan antara Bhayangkara FC dan Dewa United U-20 di Semarang.
- Instagram @smgfootball
Dalam video yang beredar, Fadly terlihat menendang pemain lawan dengan gaya “kungfu”.
Dua pemain Dewa United menjadi korban, yakni Mohamad Ridwan dan Rakha Nurkholis, dengan Rakha mengalami luka di bagian wajah.
Akibat insiden tersebut, pihak tim nasional mengambil tindakan tegas. Ketua BTN, Sumardji, memastikan Fadly dicoret dari Timnas Indonesia U-20 meskipun ia merupakan pemain penting dalam skuad.
Setelah mendapat kritik luas, Fadly Alberto akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah aksinya dalam laga melawan Dewa United U-20 menuai sorotan luas. Ia mengakui kesalahannya dan menyesali tindakan yang dilakukannya di lapangan.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya Fadly Alberto Hengga pemain Bhayangkara FC Presisi Lampung U-20 dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20,” ujar Fadly.
Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada korban dari insiden tersebut, yakni Rakha Nurkholis, serta seluruh tim Dewa United.
“Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis,” lanjutnya.
Tak hanya kepada pihak lawan, Fadly juga menyampaikan permohonan maaf kepada timnya, Bhayangkara FC, Timnas Indonesia U-20, serta para sponsor yang terdampak akibat tindakannya. Ia menegaskan penyesalannya dan berjanji menjadikan insiden ini sebagai pelajaran ke depan.
Ia mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan kepada Rakha, tim Dewa United, Bhayangkara FC, serta pihak lain yang terdampak.
Terkait penyebab insiden, Sumardji menjelaskan bahwa Fadly mengaku mendapat ejekan bernuansa rasis dari bangku cadangan Dewa United sebelum kejadian.
Hal itulah yang disebut memicu emosinya, meskipun tindakan kekerasan yang dilakukan tetap dinilai tidak dapat dibenarkan.
Namun, pernyataan tersebut ditanggapi sinis oleh Oumar Nja Ariel Denzel.
Reaksi Pemain Dewa United atas Alasan Tendangan Fadly Alberto
Pengakuan Fadly Alberto yang menyebut dirinya menjadi korban rasisme langsung mendapat tanggapan dari pemain Dewa United U-20, Oumar Nja Ariel Denzel.
Denzel, yang merupakan pemain keturunan Kamerun, diketahui tidak masuk dalam skuad saat Dewa United menghadapi Bhayangkara FC.
Meski begitu, ia tetap bereaksi setelah melihat rekan setimnya menjadi korban kekerasan dalam pertandingan tersebut.
Pemain yang pernah mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 itu secara terbuka menyindir pernyataan Fadly yang mengaku terpancing oleh rasisme sebelum melakukan tendangan keras ke arah Rakha Nurkholis.
Menurut Denzel, dirinya juga pernah mengalami perlakuan rasis dari pihak Bhayangkara FC saat masih bermain di level U-18. Namun, ia menilai hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk bertindak berlebihan.
“Gak usah lebay bre, kemarin anak Bhayangkara U-18 manggil gue bxxxk, mxxxxt, hxxxm, tapi gw santai aja tuh gak lebay kayak lu,” tulis Denzel.
Pernyataan tersebut kemudian memicu beragam reaksi dari warganet. Perdebatan pun muncul, terutama terkait isu rasisme yang dinilai masih menjadi persoalan serius dalam dunia sepak bola. (han/ind)