- dok.tvonenews.com/Ilham Giovani
Bung Ropan Sebut John Herdman Sudah ‘Kunci’ Skuad Inti Timnas Indonesia, Nama Besar yang Absen Dipastikan Aman
tvOnenews.com - Jelang Piala AFF 2026, keputusan berani justru datang dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang langsung menyita perhatian publik.
Pelatih asal Inggris itu membuat gebrakan besar dengan tidak memasukkan sejumlah nama yang selama ini lekat sebagai andalan di era Shin Tae-yong ke dalam daftar pemusatan latihan (TC).
Keputusan ini pun memicu perdebatan luas soal benarkah mereka dicoret, atau ada strategi lain di baliknya?
- Timnas Indonesia/kita garuda id
Sorotan semakin tajam ketika pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan alias Bung Ropan, angkat bicara.
Melalui akun YouTube pribadinya, ia menegaskan bahwa publik tidak seharusnya buru-buru menyimpulkan para pemain tersebut tersingkir dari skuad.
“Kenapa nama-nama seperti Jordi Amat, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Beckham Putra dan Eliano Reijnders tidak dipanggil? Banyak yang mengatakan, mereka itu dicoret,” ujar Bung Ropan.
Menurut Bung Ropan, beberapa nama justru sudah “diamankan” untuk masuk tim utama setelah tampil impresif di ajang FIFA Series 2026.
- Antara
Pemain seperti Jordi Amat, Rizky Ridho, hingga Beckham Putra tidak perlu lagi mengikuti seleksi di TC karena performa mereka sudah dianggap memenuhi standar.
“Jadi, teman-teman jangan salah dan berpikir mereka dicoret. Pemain yang sudah dilihat John Herdman di FIFA Series 2026, langsung diikutkan dalam skuad akhir Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday Juni 2026. Dony Tri kan sudah bagus, Rizky Ridho, Jordi Amat dan Beckham Putra juga begitu,” tegas Bung Ropan.
Di sisi lain, absennya nama-nama seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, Rafael Struick, dan Komang Teguh tetap menjadi bahan perbincangan.
Dari 23 pemain yang dipanggil untuk TC di Jakarta pada 26–30 Mei 2026, keempat nama tersebut memang tidak masuk daftar.
- Instagram @rafaelstruick
Namun, jika dilihat dari sisi performa, keputusan Herdman memiliki dasar yang cukup kuat.
Rafael Struick, misalnya, hanya mencatat satu gol dan satu assist dari 19 pertandingan bersama Dewa United musim ini.
Bahkan di Super League 2025/2026, kontribusinya terbilang minim.
Sementara itu, Pratama Arhan juga belum menunjukkan performa maksimal bersama Bangkok United, ditambah kondisi cedera yang sempat menghambatnya.
- Instagram @pratamaarhan8
Asnawi Mangkualam pun masih dalam proses pemulihan cedera ACL, yang membuatnya belum bisa tampil optimal.
Sedangkan Komang Teguh, meski mencatat empat gol bersama Borneo FC, tampaknya belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan taktik yang diinginkan Herdman.
Sebaliknya, sejumlah wajah baru justru mendapat kesempatan. Nama-nama seperti Muhammad Ferarri, Braif Fatari, dan Wahyu Prasetyo dipanggil untuk membuktikan kualitas mereka.
Situasi ini menegaskan bahwa Herdman tengah membangun pendekatan baru di tubuh Timnas Indonesia.
Bung Ropan pun menilai bahwa metode yang diterapkan Herdman terbagi dalam dua lapisan.
Pertama, pemain inti yang sudah teruji dan langsung masuk skuad. Kedua, pemain yang masih harus bersaing di TC untuk memperebutkan tempat.
Dengan sistem ini, kompetisi internal menjadi lebih sehat dan terbuka. Semua pemain memiliki peluang yang sama selama mampu menunjukkan performa terbaik. (asl)