- Kitagaruda.id
Alarm Bahaya John Herdman dan Timnas Indonesia, Negara Ranking 27 FIFA dan Langganan Piala Dunia Diminta Tampil di ASEAN Cup 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran Australia yang disebut berpeluang ambil bagian dalam turnamen tersebut menjadi ancaman serius bagi skuad Garuda.
Isu bergabungnya Australia di FIFA ASEAN Cup 2026 pertama kali mencuat melalui unggahan akun media sosial Aussie Scout. Menurut akun asal Australia tersebut, skuad Socceroos bahkan berpotensi turun dengan kekuatan terbaik mereka pada ajang tersebut.
“Australia harus ikut berpartisipasi dan juga berpotensi menurunkan skuad terbaik,” tulis laporan tersebut. Kehadiran pemain utama Australia tentu akan membuat persaingan di turnamen menjadi jauh lebih berat bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Australia memang bukan lawan biasa bagi negara-negara Asia Tenggara. Tim berjuluk Socceroos itu merupakan langganan tampil di Piala Dunia dan saat ini masih berada di jajaran elite sepak bola Asia dengan ranking FIFA yang jauh di atas Indonesia.
Situasi tersebut tentu menjadi perhatian besar bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Apalagi, Indonesia disebut memiliki target tinggi setelah dipercaya menjadi salah satu tuan rumah turnamen bergengsi tersebut.
Kehadiran Australia diprediksi bakal mengubah peta persaingan di FIFA ASEAN Cup 2026 secara drastis. Pengalaman bermain di level internasional membuat mereka berpotensi menjadi kandidat kuat juara sejak awal turnamen dimulai.
Selain mengejar prestasi, Australia juga disebut ingin memanfaatkan turnamen ini untuk memperkenalkan pemain baru ke dalam sistem permainan tim nasional. Ajang seperti FIFA ASEAN Cup dianggap ideal untuk membangun kedalaman skuad sekaligus menjaga proses regenerasi pemain.
- AFC
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada FIFA Matchday periode September hingga Oktober 2026. Kompetisi ini diperkirakan akan menghadirkan atmosfer berbeda karena melibatkan banyak negara kuat dari kawasan Asia.
Menurut laporan The Straits Times, ajang tersebut nantinya dibagi ke dalam dua divisi berbeda. Sistem itu dibuat agar kualitas pertandingan tetap kompetitif dan setiap tim mendapatkan lawan yang seimbang sesuai ranking FIFA masing-masing.