- Instagram @mh.rajasa
Mengenal Mike Rajasa Hoppenbrouwers, Kiper Diaspora Timnas Indonesia U-17 Keturunan Mamasa yang Dididik Ajax Amsterdam
tvOnenews.com - Nama Mike Rajasa Hoppenbrouwers mulai mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia setelah dipercaya menjadi salah satu penjaga gawang andalan Timnas Indonesia U-17.
Tak hanya karena performanya di bawah mistar, Mike juga menarik perhatian karena statusnya sebagai pemain diaspora Indonesia yang tumbuh dan berkembang di Belanda.
Kiper muda bertalenta ini lahir di Amsterdam pada 6 Februari 2009.
Meski besar di Negeri Kincir Angin, Mike memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Harni Sandalimbong, yang berasal dari Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Sementara ayahnya merupakan warga asli Belanda.
Bakat sepak bola Mike ternyata sudah terlihat sejak kecil.
- Instagram @mh.rajasa
Keluarga melihat ia sangat aktif bermain bola di rumah dan memiliki refleks yang bagus saat menangkap bola.
Melihat potensinya, keluarga kemudian memasukkan Mike ke akademi Ajax Amsterdam, salah satu akademi sepak bola terbaik di Eropa.
Mike menjalani pendidikan sepak bola di Ajax selama kurang lebih lima tahun sebelum akhirnya pindah ke FC Utrecht U-17.
Di klub tersebut, Mike dipercaya sebagai kiper utama.
Dengan tinggi badan mencapai sekitar 185 hingga 186 sentimeter, ia dikenal memiliki refleks cepat, kemampuan membaca permainan, dan keberanian dalam mengorganisasi lini pertahanan.
Nama Mike mulai masuk radar PSSI saat tampil di level usia muda di Belanda.
Pendekatan serius kemudian dilakukan hingga akhirnya Mike menerima tawaran membela Indonesia karena merasa memiliki ikatan emosional dengan tanah kelahiran ibunya.
“Mike mulai dipantau serius oleh PSSI waktu Piala Dunia U-17 di Qatar kemarin,” kata Luther.
Mike menjalani debut bersama Timnas Indonesia U-17 pada ajang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Saat itu, ia dipercaya tampil ketika Indonesia menghadapi Honduras dan mampu menunjukkan performa solid di bawah mistar.
Kehadirannya di skuad Garuda Muda pun langsung menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar di Mamasa, Sulawesi Barat.
Selain kemampuan teknis, Mike juga dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Hal itu bahkan disebut menjadi salah satu penilaian utama dari para pelatihnya di Belanda setiap kali evaluasi tahunan dilakukan.
“Mike ini punya karakter leadership yang luar biasa,” ungkap Luther.
“Salah satu kelebihannya yang konsisten itu dia leadership di lapangan dan mampu membangun organisasi termasuk serangan dan strategi dari bawah menurut pelatihnya yang di Belanda.”
Menurut keluarganya, Mike bahkan disebut berpotensi menjadi pelatih di masa depan karena kemampuan membaca permainan dan memimpin tim.
“Jadi setiap evaluasinya disampaikan Anda dari sekarang sudah harus dididik untuk bakalan jadi pelatih, Anda punya bakat dan karakter untuk jadi pelatih,” jelas Luther.
Di luar lapangan, Mike dikenal sebagai sosok yang tenang dan pendiam. Meski begitu, ia sangat dekat dengan keluarganya, terutama sang adik perempuan.
Walaupun belum pernah datang langsung ke Mamasa, Mike tetap menjaga komunikasi dengan keluarga besar dari pihak ibunya di Indonesia.
Setiap kali bertanding, keluarganya di Nosu selalu menyempatkan diri menonton dan memberikan dukungan penuh.
Bahkan, demi memastikan seluruh keluarga bisa menyaksikan pertandingan Mike, Luther sampai rela melakukan siaran langsung melalui Facebook menggunakan dua handphone.
“Setiap ada pertandingan Mike diumumkan sama keluarga,” ujarnya sambil tertawa.
Kehadiran Mike Rajasa menjadi bagian dari regenerasi penting sepak bola Indonesia, khususnya di posisi penjaga gawang.
Dengan pengalaman dilatih di akademi elite Belanda serta jam terbang di kompetisi Eropa, Mike dinilai memiliki potensi besar menjadi kiper masa depan Timnas Indonesia.
(tsy)