- kitagaruda.id
Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, John Herdman Kirim Pesan untuk Eksel Runtukahu hingga Thom Haye
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengirim pesan kepada para pemain yang berkarier di Super League seperti Eksel Runtukahu dan Thom Haye. Siapa saja bisa masuk ke skuad Piala Asia 2027.
Pada Minggu (10/5/2026) dini hari tadi WIB, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah menggelar undian fase grup. Hasilnya, Timnas Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Itu menjadi undian yang sulit bagi skuad Garuda. Namun demikian, John Herdman tetap berupaya melihatnya secara positif.
Mereka akan berupaya untuk memperkuat diri dalam perjalanannya menuju Piala Asia 2027 yang akan digelar pada Januari mendatang. Para pemain yang berkarier di mancanegara diharapkan menjadi tulang punggung lagi.
Namun demikian, Herdman tetap tidak melupakan para pemain lokal. Mereka yang berkarier di kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League, juga berhak memiliki kesempatan.
Sang pelatih asal Inggris menyinggung soal pemusatan latihan yang akan digelar pada akhir Mei ini. Sejatinya, ini adalah tim yang disiapkan untuk Piala AFF 2026.
Para pemain yang berkarier di Super League memenuhi skuad tersebut. Termasuk di antaranya adalah Thom Haye, yang kini membela Persib Bandung, serta Eksel Runtukahu yang menjadi andalan Persija Jakarta.
Herdman mengindikasikan bahwa para pemain Super League sangat mungkin untuk menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Terutama mereka yang jarang mendapatkan panggilan, seperti Eksel, pemusatan latihan bisa menjadi kesempatan untuk menembus skuad Piala Asia 2027.
“Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik. Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini, termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan,” kata Herdman, sebagaimana dilansir dari Kita Garuda.
“Langkah pertama adalah menguji pemain domestik. Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027,” tambahnya.
Herdman menegaskan bahwa yang terpenting adalah untuk membangun tim yang mampu saling melengkapi. Mereka harus menjadi satu terlepas dari latar belakang di klub.
“Ada dua bagian penting dalam proses ini. Pertama adalah evaluasi grup, kedalaman skuad, dan profil posisi pemain. Kedua adalah performa. Ini adalah training camp kedua saya bersama tim,” lanjutnya.
“Setiap kali kami berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan kami, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan. Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia,” kata Herdman. (rda)