- FIFA.com
Mathew Baker Pamit dari Timnas Indonesia U-17 usai Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17 2026: Terima Kasih kepada Suporter
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam. Dia dipastikan tidak akan tampil lagi di level U-17 seusai kegagalan ke Piala Dunia U-17 2026.
Bek kiri kelahiran Australia itu kembali membela Timnas Indonesia U-17 pada Piala Asia U-17 2026. Ini merupakan ajang Piala Asia kedua di level U-17 bagi Baker bersama Timnas Indonesia U-17.
Pada tahun lalu, Baker berhasil membantu tim asuhan Nova Arianto meraih hasil maksimal. Pada saat itu, sang pemain kelahiran 13 Mei 2009 tersebut membantu Garuda Asia lolos ke Piala Dunia U-17 2025 usai menyapu bersih kemenangan di fase grup.
Namun, dia gagal mengulangi hal yang sama pada tahun ini. Kini bersama Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih, Baker merupakan kapten di skuad Timnas Indonesia U-17.
Mereka berhasil mengawali Piala Asia U-17 2026 dengan positif usai kemenangan 1-0 atas China. Namun, Timnas Indonesia U-17 kemudian kalah 0-2 dari Qatar pada laga kedua.
Di pertandingan terakhir, ada lawan terberat di grup, yaitu Jepang. Timnas Indonesia U-17 perlu meraih poin, namun yang terjadi justru kekalahan dengan skor 1-3.
Dengan kekalahan itu, tim asuhan Kurniawan finis terakhir di Grup B meski memiliki poin yang sama dengan China, yaitu tiga poin. Mereka pun gagal lolos ke Piala Dunia U-17 untuk tiga kali beruntun karena kekalahan tersebut.
Bagi Mathew Baker, ini menjadi partisipasi terakhirnya di Timnas Indonesia U-17. Sebab, dia baru merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada 13 Mei lalu.
Selanjutnya, dia akan langsung naik kelas ke tim U-19 dengan membela tim asuhan Nova Arianto pada Piala AFF U-19 2026, yang digelar bulan depan. Sang pemain Melbourne City pun mengutarakan ucapan terima kasihnya yang mendalam di media sosial Instagram.
“Pertama-tama, kepada semua orang yang mendukung tim ini sepanjang perjalanan kami, dan para penggemar di Jeddah, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Anda semua. Dukungan Anda sangat terasa di dalam tim dan akan selalu menjadi faktor penentu bagi kami. Anda membuat setiap pertandingan terasa lebih istimewa,” kata Baker dalam unggahannya.
Dia mengaku tersakiti karena kegagalan di Piala Asia U-17 2026. Oleh karena itu, Baker pun tidak ragu mengucapkan maaf, terlebih dirinya adalah kapten di tim ini.
“Gagal bermain di Piala Dunia dengan selisih yang sangat tipis memang menyakitkan, tetapi itulah kenyataan pahit dalam sepak bola. Atas nama seluruh pemain, kami mohon maaf karena tidak dapat mencapai harapan yang telah kami tetapkan untuk tim ini, yaitu Piala Dunia,” tambahnya.
“Di sisi positif, saya ingin berterima kasih kepada staf pelatih karena telah mempercayai saya untuk menjadi kapten tim ini. Ini adalah kehormatan dan tugas yang besar, dan sebuah hak istimewa untuk memimpin negara saya di panggung besar. Saya akan selamanya berterima kasih kepada para pelatih karena telah memberi saya kesempatan yang tak terlupakan ini,” katanya.
Baker melihat bahwa timnya lebih dari sekadar tim sepak bola. “Tim ini lebih dari sekadar tim sepak bola, tim ini adalah sebuah keluarga,” katanya.
“Terakhir, terima kasih kepada staf di belakang layar yang telah bekerja keras untuk semua pemain sepanjang perjalanan ini, mereka memungkinkan para pemain untuk berjuang demi negara kita,” lanjutnya.
Meski gagal, Baker tetap merasa bangga dengan raihan timnya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para suporter.
“Sekali lagi, terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami,” katanya.
“Meskipun demikian, ada begitu banyak hal yang bisa dibanggakan oleh tim ini. Saya bangga pada kalian semua,” pungkasnya.
(rda)