- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Ilmu Padi Emil Audero! Tepis Penalti Oman dan Bantu Timnas Indonesia Clean Sheet, tapi Tetap Membumi: Ini Berkat Bantuan Teman-teman
Jakarta, tvOnenews.com - Emil Audero tampil sebagai salah satu bintang kemenangan Timnas Indonesia saat mengalahkan Oman dengan skor 3-0 pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (06/06/2026) malam WIB. Penjaga gawang berusia 29 tahun itu bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat serangkaian penyelamatan krusial yang dilakukannya.
Meski menjadi sosok penting di balik kemenangan skuad Garuda, Emil memilih untuk tidak mengambil seluruh pujian bagi dirinya sendiri. Kiper yang musim ini dipinjamkan Como ke Cremonese itu menegaskan bahwa keberhasilannya menjaga gawang Indonesia tetap bersih merupakan hasil kerja kolektif tim.
Penampilan Emil memang layak mendapat sorotan. Selain mencatatkan empat penyelamatan penting sepanjang pertandingan, ia juga sukses menggagalkan tendangan penalti Hatem Al-Rushadi pada menit ke-38.
Momen tersebut menjadi salah satu titik balik penting dalam laga. Saat itu, Indonesia sedang unggul dua gol dan kegagalan Oman memanfaatkan penalti membuat kepercayaan diri skuad Garuda semakin meningkat hingga akhir pertandingan.
Aksi heroik Emil pun menuai pujian dari banyak pihak. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bahkan menilai penyelamatan penalti tersebut berhasil mematahkan momentum kebangkitan Oman yang berpotensi menyulitkan timnya.
Namun, Emil tidak ingin seluruh kredit diberikan kepadanya. Dalam konferensi pers seusai pertandingan, ia menegaskan bahwa keberhasilannya tampil apik tidak terlepas dari kontribusi para pemain lain di lini pertahanan.
“Hari ini saya pikir kami, sebagai unit pertahanan, melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujar Emil seusai laga, Jumat (5/6/2026).
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Menurut Emil, keberhasilan seorang penjaga gawang bukan hanya diukur dari jumlah penyelamatan yang dilakukan. Ia menilai koordinasi dan kerja sama dengan para pemain belakang menjadi faktor yang sama pentingnya.
Emil kemudian menjelaskan bahwa sebuah penyelamatan baru akan benar-benar berarti apabila para pemain bertahan mampu mengantisipasi bola kedua. Karena itu, ia merasa kontribusi rekan-rekannya sangat besar dalam membantu menjaga gawang Indonesia tetap aman.
“Sebagai contoh, sering kali seorang kiper melakukan penyelamatan, tetapi kemudian siapa yang lebih dulu datang menyambut bola muntah? Jika penyerang lawan yang lebih dulu datang, berarti lini pertahanan belum cukup siap,” jelas Emil.