- Kita Garuda ID
Kabar Buruk dari Belanda, Aturan Baru Eredivisie Bikin Pemain Timnas Indonesia Makin Sulit Abroad
Pemerintah Belanda bersama asosiasi klub profesional, organisasi pengusaha, hingga serikat pemain menyepakati bahwa talenta luar Eropa wajib memenuhi kualifikasi olahraga tingkat tinggi dan menerima upah minimal 1,5 kali lipat dari rata-rata gaji pemain Eredivisie.
Aturan finansial yang gila-gilaan ini praktis memaksa manajemen klub-klub Belanda berpikir seribu kali sebelum berburu pemain ke luar benua Eropa.
Pasalnya, sangat berisiko bagi klub semenjana untuk menggelontorkan dana Rp12 miliar per tahun demi mengontrak pemain asing yang kualitasnya belum teruji di iklim kompetisi Eropa. Hal inilah yang menjadi tembok tebal bagi pilar Timnas Indonesia.
- Kita Garuda
Kendati demikian, masih ada celah atau angin segar bagi para daun muda potensial. Pemerintah Belanda memberikan pengecualian atau diskon khusus bagi pesepak bola belia yang berusia 18, 19, hingga kini diperluas ke usia 20 tahun.
Bagi kategori wonderkid ini, pihak klub hanya diwajibkan menyodorkan gaji minimal 315 ribu euro atau berkisar Rp6 miliar per tahun, alias setara 75 persen dari rata-rata gaji liga.
Kebijakan pelonggaran ini sengaja dipertahankan agar klub-klub Eredivisie tidak kehilangan momentum untuk menimbun aset dan talenta muda berbakat dari luar Eropa.
Namun, bagi para bintang Timnas Indonesia yang posisinya saat ini sudah menginjak usia di atas 20 tahun, syarat standar gaji yang nyaris menyentuh angka Rp12 miliar per musim dipastikan akan menjadi ujian berat nan terjal untuk bisa menembus panggung tertinggi sepak bola Belanda.