- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jelang Lawan Timnas Indonesia, Kim Sang-sik Pilih Pakai 'Jimat' Andalan yang Dianggap Bawa Keberuntungan
tvOnenews.com - Laga Timnas Indonesia kontra Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 bukan hanya menghadirkan adu strategi antara John Herdman dan Kim Sang-sik.
Jelang pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026), pelatih Vietnam justru mencuri perhatian lewat pengakuan unik yang mengundang tawa.
Alih-alih membahas taktik atau susunan pemain, Kim Sang-sik berbicara mengenai "ritual" sederhana yang diyakini banyak pendukung Vietnam membawa keberuntungan, yakni mengenakan kaus berwarna hitam saat mendampingi tim di pinggir lapangan.
Momen tersebut terjadi dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan.
Suasana yang semula serius mendadak berubah cair setelah pelatih asal Korea Selatan itu menanggapi candaan soal warna pakaian yang dikenakannya.
Sejak resmi menangani Timnas Vietnam, Kim Sang-sik hampir selalu tampil mengenakan kaus hitam saat pertandingan.
Kebiasaan tersebut lambat laun menjadi ciri khasnya. Di mata para suporter Vietnam, warna hitam bahkan dianggap sebagai "jimat keberuntungan" karena selalu hadir dalam berbagai pencapaian penting tim.
- Dok. VFF
Dalam periode kepemimpinannya, Vietnam sukses meraih sejumlah prestasi bergengsi, mulai dari menjuarai Piala ASEAN 2024, menjuarai ASEAN U-23 Championship 2025, hingga meraih medali emas SEA Games ke-33.
Rentetan hasil positif itu membuat banyak pendukung percaya bahwa kaus hitam memiliki nilai simbolis bagi sang pelatih.
Kepercayaan unik itu semakin ramai diperbincangkan setelah Vietnam hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Singapura.
Pada pertandingan tersebut, Kim Sang-sik tampil berbeda karena mengenakan kaus putih.
Hasil yang tidak sesuai harapan langsung memunculkan berbagai komentar lucu di media sosial.
Banyak pendukung Vietnam bercanda bahwa pergantian warna pakaian sang pelatih menjadi penyebab hilangnya "keberuntungan" tim.
Candaan tersebut rupanya sampai ke telinga Kim Sang-sik.
Saat ditanya awak media menjelang duel melawan Indonesia, Kim Sang-sik justru menanggapinya dengan santai.
Ia mengaku mengetahui komentar para pendukung mengenai kaus putih yang dianggap membawa sial.
"Saya tahu banyak penggemar mengatakan bahwa saya mengenakan kaus putih dalam pertandingan melawan Singapura membawa nasib buruk. Kami tidak datang ke sini untuk bermain imbang, tetapi untuk memenangkan tiga poin penuh. Terlepas dari warna apa pun yang dikenakan Indonesia besok, jika mereka tidak mengenakan warna hitam, saya akan terus mengenakan kaus hitam ini," kata Kim Sang-sik dikutip dari Soha.vn.
Pernyataan tersebut langsung memancing gelak tawa seluruh peserta konferensi pers.
Respons Kim Sang-sik menunjukkan suasana ruang ganti Vietnam tetap kondusif meski mereka berada di bawah tekanan untuk meraih kemenangan demi menjaga peluang lolos ke semifinal.
Di balik candaan soal kaus hitam, Kim Sang-sik tetap menyadari bahwa laga melawan Indonesia merupakan pertandingan paling krusial bagi Vietnam sejauh ini.
Vietnam datang ke Bogor dengan modal empat poin hasil kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste dan hasil imbang tanpa gol melawan Singapura.
Sementara itu, Timnas Indonesia berada dalam kondisi yang lebih percaya diri. Anak asuh John Herdman berhasil menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste.
Performa impresif Mitchell Baker yang sudah mengoleksi empat gol, kreativitas Thom Haye di lini tengah, serta solidnya pertahanan Garuda membuat Indonesia dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara turnamen.
Bahkan sejumlah media dan pengamat Vietnam belakangan mengakui kualitas skuad Garuda meningkat signifikan dibanding beberapa tahun terakhir.
Pertemuan Indonesia dan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Selain menjadi duel dua kandidat juara Grup A, pertandingan ini juga menjadi adu kecerdikan dua pelatih yang memiliki pendekatan berbeda.
John Herdman mengandalkan pressing agresif, transisi cepat, dan efektivitas bola mati, sedangkan Kim Sang-sik dikenal dengan organisasi permainan yang disiplin serta kemampuan membaca ritme pertandingan.
Karena itu, duel di Stadion Pakansari diprediksi tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu para pemain, tetapi juga keberanian kedua pelatih mengambil keputusan di momen-momen krusial.
Menarik untuk dinantikan apakah "kaus hitam keberuntungan" Kim Sang-sik benar-benar mampu mengantar Vietnam meraih hasil positif, atau justru Timnas Indonesia yang melanjutkan tren kemenangan dan semakin dekat mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
(tsy)