- bff.com.bd
Bedah Kekuatan Bangladesh Jelang Lawan Timnas Indonesia, Ada Bintang Sheffield United hingga Talenta Fulham
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Bangladesh membawa kekuatan menarik untuk tampil FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Bengal Tigers menyiapkan 23 pemain dengan sembilan di antaranya merupakan pemain yang memiliki latar belakang atau berkarier di luar negeri atau abroad.
Bangladesh tergabung di Grup A bersama tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Skuad asuhan Thomas Dooley akan membuka perjalanan dengan menghadapi Malaysia pada 25 September sebelum bertemu Singapura pada 28 September dan Indonesia pada 1 Oktober 2026.
Seluruh pertandingan fase grup Bangladesh akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Situasi tersebut membuat Bengal Tigers harus menghadapi Timnas Indonesia di hadapan puluhan ribu pendukung skuad Garuda pada pertandingan terakhir grup.
Di antara 23 pemain yang dipanggil, ternyata ada sejumlah nama menarik. Bahkan, tercatat Bangladesh turut membawa total sembilan punggawa abroad untuk tampil di FIFA ASEAN Cup 2026, berikut ulasannya.
1. Hamza Choudhury
Nama Hamza Choudhury tentunya menjadi salah satu pemain paling dikenal dari skuad yang dibawa Thomas Dooley. Pemain berposisi sebagai gelandang tersebut memiliki pengalaman panjang di sepak bola Inggris.
Melansir dari data Transfermarkt, ia sebelumnya tercatat bermain bermain Leicester City. Memasuki musim 2026/2027, Hamza melanjutkan perjalanan kariernya bersama Sheffield United. Kehadirannya memberikan pengalaman dari sepak bola Inggris untuk lini tengah Bangladesh, sekaligus menjadikannya salah satu nama yang patut mendapatkan perhatian Timnas Indonesia.
2. Shamit Shome
Namun, Hamza bukan satu-satunya pemain dengan pengalaman di luar Bangladesh. Salah satu nama berpengalaman lainnya adalah Shamit Shome. Pemain kelahiran Edmonton itu kini memperkuat New York Cosmos setelah sebelumnya menghabiskan tiga musim bersama Cavalry FC di Canadian Premier League.
Shome bergabung dengan New York Cosmos pada Agustus 2026 untuk melanjutkan musim di USL League One, kasta profesional di Amerika Serikat.
Menariknya, pemain tersebut ternyata tercatat membela dua tim nasional yang berbeda. Sebelum memperkuat Bangladesh, pemain berposisi gelandang tersebut juga pernah menembus tim senior Kanada.
Masih melansir dari Transfermarkt, Shome pernah mendapatkan panggilan membela berbagai tim nasional kelompok umur Kanada. Puncaknya, ia masuk dalam daftar skuad senior Kanada pada tahun 2020.
Kala itu, Shome tercatat tampil dalam dua laga persahabatan bersama Kanada. Namun, sejak 2025, ia memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan dan membela Bangladesh.
3. Farhaan Ali Wahid
Sosok lain yang menarik perhatian adalah Farhaan Ali Wahid. Pemain berusia 19 tahun tersebut merupakan produk akademi Fulham dan saat ini menjalani masa peminjaman bersama Boreham Wood hingga akhir musim 2026/2027.
Farhaan bergabung dengan akademi Fulham sejak level U-12 setelah sebelumnya berada di Chelsea. Bersama Boreham Wood, pemain sayap tersebut kini mendapatkan pengalaman pertamanya di sepak bola senior dan sudah mencetak gol dalam pertandingan National League Cup menghadapi Leeds United U-21 serta Newcastle United U-21.
Kemampuan Farhaan dalam urusan penyelesaian akhir menjadi salah satu alasan Thomas Dooley tertarik membawanya. Pelatih Bangladesh tersebut mencari tambahan ketajaman di lini depan sehingga pemain muda milik Fulham itu berpeluang menjadi salah satu opsi serangan Bengal Tigers.
4. Pemain abroad lainnya yang patut diperhitungkan
Bangladesh juga memasukkan nama Zidane Alexander Yousuf ke dalam skuad. Bek tengah berusia 18 tahun dan memiliki tinggi 193 cm tersebut tercatat pernah berada bersama Walton & Hersham FC di Inggris, serta sebelumnya memperkuat tim U-18 klub tersebut.
Kemudian ada Shuki Itofusa, pemain kelahiran Saitama, Jepang, yang juga masuk dalam pilihan Dooley. Shuki berposisi sebagai pemain sayap dan sebelumnya menjalani karier bersama sejumlah klub Jepang seperti Brew Saga serta Mitsubishi Nagasaki sebelum perjalanan kariernya berlanjut pada 2026.
Menariknya, informasi terbaru menunjukkan Shuki kini telah bergabung dengan Fortis FC di Bangladesh sejak awal September 2026. Artinya, meski memiliki latar belakang karier di Jepang dan masuk dalam kelompok pemain diaspora Bangladesh, ia sudah tidak berstatus pemain yang bermain di Jepang ketika FIFA ASEAN Cup berlangsung.
Selain nama-nama tersebut, Bangladesh turut memiliki Tariq Raihan Kazi yang kini memperkuat Paro FC. Bek kelahiran Tampere, Finlandia, tersebut bergabung dengan juara liga Bhutan itu pada April 2026 setelah sebelumnya menghabiskan sekitar lima tahun bersama Bashundhara Kings.
Komposisi tersebut memperlihatkan Bangladesh tidak hanya mengandalkan pemain dari kompetisi domestik. Thomas Dooley mempunyai pilihan dengan pengalaman sepak bola Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Jepang hingga Bhutan yang bisa memberikan karakter berbeda di dalam skuadnya.
Kehadiran pemain-pemain tersebut juga membuat pertandingan melawan Bangladesh tidak bisa hanya dipandang berdasarkan kekuatan mereka di kompetisi domestik. Perpaduan pemain lokal dengan sejumlah nama yang tumbuh atau mendapatkan pengalaman di luar negeri memberikan Dooley lebih banyak opsi dalam menyusun tim.
Timnas Indonesia sendiri baru akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A pada 1 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan penting dalam menentukan posisi akhir kedua tim sebelum memasuki partai puncak.
(igp/rda)