- tvOnenews-Ilham Giovani
John Herdman Ingatkan Timnas Indonesia Waspadai 'Permainan Kotor' dalam Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas Indonesia sendiri akan tampil sebagai tuan rumah dalam turnamen kali ini. Kesempatan bermain di hadapan publik sendiri membuat Herdman menyadari adanya peluang besar bagi skuad Garuda untuk mengejar gelar.
"Kami memiliki kesempatan untuk mengangkat trofi di stadion kami sendiri. Kondisinya telah diatur untuk memberikan kami peluang terbaik," kata John Herdman.
Meski memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, Herdman tidak ingin para pemainnya terlalu percaya diri. Ia melihat negara-negara lain mempunyai kekuatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Salah satu keunggulan yang disorot Herdman adalah kolektivitas sejumlah tim di kawasan Asia Tenggara. Beberapa lawan mempunyai pemain yang sudah bersama dalam waktu lama sehingga memiliki pemahaman permainan yang lebih matang.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Kualitas individu yang dimiliki skuad Garuda menurut Herdman bisa saja diimbangi oleh kekompakan lawan.
"Jadi apa yang kami miliki dalam hal talenta bisa diimbangi oleh tim-tim yang sudah bermain bersama selama tiga, empat, lima tahun. Bagi kami, sekali lagi, satu pertandingan pada satu waktu. Kami akan fokus pada Singapura dan berusaha meraih tiga poin," kata John Herdman.
Karena itu, John Herdman tidak ingin skuad Garuda memikirkan terlalu jauh mengenai peluang mengangkat trofi. Fokus terdekat diarahkan sepenuhnya kepada Singapura yang akan menjadi lawan pertama Indonesia.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan skuad Garuda pada fase grup dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pasukan John Herdman akan membuka perjuangannya menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Setelah itu, Timnas Indonesia melakoni duel menghadapi Malaysia pada 28 September sebelum menutup fase grup kontra Bangladesh pada 1 Oktober.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri tidak hanya melibatkan negara-negara dari kawasan Asia Tenggara. Pakistan, Bangladesh, dan Hong Kong turut berpartisipasi sebagai negara undangan dalam turnamen tersebut.
(igp/hfp)