- PSSI
Terungkap! Ajax Ternyata Sudah Bidik Indonesia Sejak 2025, Ada Persaingan dengan Klub Belanda Lain
Jakarta, tvOnenews.com - Kerja sama PSSI dengan Ajax Amsterdam ternyata sudah dipersiapkan sejak lama dan bukan sekadar kesepakatan yang muncul secara mendadak pada September 2026. Jurnalis sekaligus penulis buku sepak bola Sam van Raalte mengungkap bahwa klub asal Belanda itu bahkan sudah bergerak di Indonesia sejak 2025.
PSSI dan Ajax resmi mengumumkan kemitraan sepak bola pada 12 September 2026 untuk membantu pengembangan pemain dan pelatih di Indonesia dengan mengadopsi filosofi pembinaan Ajax. Program tersebut nantinya mencakup pelatihan bagi pelatih di berbagai daerah sehingga pengetahuan tentang metode pengembangan talenta dapat diterapkan lebih luas.
Kerja sama ini juga memiliki program pertukaran pelatih yang dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2027. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan Ajax akan mengirim sejumlah pelatih ke Indonesia sekaligus memantau pelatih lokal yang berpotensi mengikuti program pembinaan di Ajax.
Dalam pengumuman resminya, Ajax menjelaskan bahwa program tersebut dibangun berdasarkan filosofi pembinaan mereka dan diarahkan agar memberikan dampak seluas mungkin di Indonesia.
- PSSI
Van Raalte kemudian mengungkap sisi lain dari proses terbentuknya kerja sama tersebut melalui podcast Ajax milik Het Parool, Branie. Menurutnya, pembicaraan mengenai kemitraan Ajax dengan Indonesia telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan salah satu bukti pergerakan tersebut terlihat ketika dirinya bertemu Corné Groenendijk di Indonesia pada 2025.
Groenendijk merupakan Head of International Partnerships Ajax yang menangani berbagai kerja sama klub tersebut dengan pihak lain. Van Raalte menduga keberadaan Groenendijk di Indonesia saat itu berkaitan dengan penjajakan terhadap klub atau federasi yang berpotensi menjadi mitra Ajax.
Proses tersebut ternyata tidak hanya dilakukan Ajax karena klub-klub Belanda lainnya juga disebut memiliki misi serupa.
"Mereka sudah mengerjakannya sejak saat itu. Yang menarik adalah ada juga seorang karyawan Feyenoord dengan misi yang sama. Jadi di balik layar, ada juga persaingan antara Ajax, PSV, Feyenoord, dan klub-klub Belanda lainnya untuk membentuk kemitraan semacam ini," kata Van Raalte dikutip dari Ajax Show Time, Rabu (23/9/2026).
Setelah proses penjajakan tersebut berjalan, Ajax akhirnya mendapatkan kerja sama dengan PSSI pada 2026. Van Raalte menyebut kesepakatan dengan federasi sepak bola Indonesia sebagai target besar bagi Ajax karena Indonesia memiliki pasar sepak bola yang luas sekaligus basis penggemar yang sangat besar.
Ia juga menyinggung kemungkinan peran Jordi Cruijff dalam proses tersebut.
"Itu, tentu saja, adalah target terbesar yang bisa mereka raih di pasar Indonesia. Tidak diragukan lagi, Jordi Cruijff memainkan peran dalam hal itu," katanya.
Cruijff diketahui memiliki keterlibatan dengan sepak bola Indonesia sebagai penasihat teknis PSSI, selain menjalankan peran sebagai direktur teknis Ajax. Sementara itu, Erick Thohir juga disebut Van Raalte sebagai salah satu figur penting dalam hubungan tersebut karena memiliki sejarah dengan sepak bola Belanda dan Ajax.
Kerja sama PSSI dengan Ajax sendiri tidak hanya berkaitan dengan pengembangan pemain Timnas Indonesia. PSSI secara resmi menyatakan bahwa kemitraan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelatih serta talenta sepak bola di Indonesia melalui pengetahuan dan pengalaman Ajax.
"Vanuit hun kant snap ik het ook. Indonesië is een land met 280 miljoen mensen. Ze zijn helemaal gek van voetbal, echt waanzinnig gek, maar het wil nog niet echt vlotten met het opleiden van goede talenten. Dus het is logisch dat ze dan een partner zoeken die hen daarbij kan helpen. En voor Ajax is dit denk ik gewoon lucratief.'
Dalam penjelasannya, Van Raalte juga menilai model kerja sama tersebut lebih menyerupai transfer pengetahuan sepak bola dibandingkan proyek untuk membuat sebanyak mungkin pemain Indonesia bergabung dengan Ajax. Menurutnya, klub Belanda itu berperan seperti konsultan yang memberikan pengetahuan mengenai cara menemukan, membina, dan mengembangkan talenta sepak bola.
“Dari sudut pandang mereka, saya juga bisa memahami hal itu. Indonesia adalah negara dengan 280 juta penduduk. Mereka benar-benar sangat mencintai sepak bola, bahkan sangat tergila-gila dengan sepak bola, tetapi perkembangan mereka dalam menghasilkan talenta-talenta berkualitas belum terlalu pesat. Jadi, wajar jika mereka mencari mitra yang bisa membantu dalam hal tersebut. Bagi Ajax, menurut saya, kerja sama ini juga sangat menguntungkan," ujar Van Raalte.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari kemitraan PSSI dan Ajax karena kerja sama ini memiliki dimensi bisnis selain aspek pembinaan sepak bola. Van Raalte menjelaskan bahwa aktivitas komersial semacam itu dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang kemudian membantu klub menjalankan kebijakan olahraga dan finansialnya.
Di sisi Indonesia, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pembinaan dari level pelatih hingga pemain muda. PSSI juga kini masuk ke dalam jaringan sepak bola internasional Ajax yang mencakup klub-klub dari Meksiko, Austria, Italia, Spanyol, Yunani, Uzbekistan, dan Jepang.
Dengan dimulainya program pada Januari 2027, dampak kerja sama PSSI dan Ajax nantinya akan terlihat dari implementasi di lapangan. Fokus utamanya bukan hanya menghasilkan pemain baru, tetapi juga membangun kualitas pelatih dan sistem pengembangan talenta agar filosofi pembinaan dapat diterapkan secara lebih luas di Indonesia. (fan)