news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.
Sumber :
  • FIFA.com

Di Depan FIFA, Emil Audero Bongkar Risiko Besar Timnas Indonesia saat Kejar Malaysia

Emil Audero mengungkap Timnas Indonesia sengaja mengambil risiko besar saat mengejar selisih gol kontra Malaysia demi lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 itu.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:40 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Emil Audero mengungkap risiko besar yang sengaja diambil Timnas Indonesia ketika memburu kemenangan telak atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda memilih bermain sangat agresif meski konsekuensinya membuat lini pertahanan lebih terbuka dan akhirnya kebobolan dua gol.

Timnas Indonesia berhasil menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Hasil tersebut membawa pasukan John Herdman melaju ke final setelah harus bersaing ketat dengan Malaysia hingga menit terakhir. 

Situasinya semakin menegangkan karena Malaysia pada saat bersamaan menang telak 6-0 atas Singapura. Indonesia dan Malaysia sama-sama menutup Grup A dengan tujuh poin serta selisih gol +9, tetapi Garuda berhak ke final karena unggul dalam produktivitas gol. 

Kondisi tersebut membuat Indonesia tidak mempunyai pilihan selain terus menyerang meski sudah unggul jauh atas Bangladesh. Audero mengakui strategi itu membuat keseimbangan permainan Garuda terganggu karena hampir seluruh pemain diarahkan untuk memburu gol.

Momen Emil Audero maju ke depan kotak penalti gawang Bangladesh dalam laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026).
Sumber :
  • YouTube/Surya Citra Televisi (SCTV)

“Pertandingan seperti ini sangat sulit dinilai secara sederhana. Tentu saja kami perlu mencetak gol, jadi kami mendorong semua pemain ke depan," ujar Emil Audero kepada FIFA.

“Akibatnya, ada saat-saat ketika kami tidak bertahan dengan baik karena kami terlalu fokus menyerang. Jadi wajar saja, ketika Anda menyerang ke depan, Anda meninggalkan ruang di belakang," ucapnya.

Audero menegaskan para pemain sejak awal memahami konsekuensi dari pendekatan agresif tersebut. Penjaga gawang Rayo Vallecano itu menilai risiko kebobolan harus diterima karena Indonesia membutuhkan tambahan gol untuk melewati Malaysia.

“Tapi tidak apa-apa. Kami memahami risikonya dan, yang terpenting, kami cukup kuat untuk mencetak lebih banyak gol daripada Malaysia,” kata kiper Rayo Vallecano tersebut.

Risiko tersebut benar-benar terlihat pada penghujung pertandingan ketika Bangladesh mencetak gol kedua melalui Farhaan Ali Wahid. Indonesia tidak mengendurkan serangan dan kemudian mendapatkan dua gol sangat krusial lewat Kevin Diks pada menit ke-90+6 serta Mitchell Baker semenit berselang. 

Keberhasilan melewati situasi dramatis itu kini membawa Indonesia menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026. Duel penentuan gelar tersebut dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Jakarta, Senin (5/10/2026). 

Meski atmosfer final dipastikan berbeda, Audero meminta rekan-rekannya tidak memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri. Kiper berusia 29 tahun tersebut ingin Garuda tetap menikmati pertandingan agar kualitas terbaik mereka bisa muncul.

“Ya, kami sangat gembira. Tapi, Anda tahu, ini tidak berbeda dari apa yang telah kami lakukan selama ini. Maksud saya, ini hanya pertandingan seperti pertandingan lainnya. Itu berarti kita harus mempersiapkan diri dengan fokus dan konsentrasi tinggi, sambil pada saat yang sama tidak terlalu menekan diri sendiri," katanya.

“Karena itulah sepak bola. Pertama dan terpenting, kita harus menikmatinya. Jika kita bisa menikmatinya, seperti yang kita lakukan malam ini, maka kita bisa menunjukkan kualitas kita yang sebenarnya,” pungkasnya. (fan)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral