- REUTERS - Jose Breton/Pics Action/NurPhoto
Hajime Moriyasu Masuk Kandidat Pelatih Timnas Malaysia, FAM Bidik Piala Dunia 2030
tvOnenews.com - Pelatih timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan masuk dalam daftar kandidat pelatih kepala baru Timnas Malaysia. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) disebut tengah mempertimbangkan pelatih asing berpengalaman untuk memperkuat tim menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2031.
Kabar tersebut mencuat di tengah rencana FAM melakukan restrukturisasi tim nasional demi meningkatkan daya saing Malaysia di level internasional. Moriyasu menjadi salah satu nama yang menarik perhatian karena rekam jejaknya bersama Jepang.
Kontrak Moriyasu dengan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) masih berlaku hingga Piala Asia 2027. Namun, spekulasi mengenai masa depannya mulai bermunculan seiring perkiraan bahwa ia akan mempertimbangkan tantangan baru setelah turnamen tersebut.
- X @timnasindonesia
Pada 13 Oktober, media Vietnam, Tien Phong, melaporkan bahwa Hajime Moriyasu muncul sebagai kandidat kuat untuk menangani Timnas Malaysia. Laporan itu juga menyebut FAM sedang mencari pelatih asing yang memiliki pengalaman di panggung internasional, sementara Tan Cheng Hoe masih memimpin tim sebagai pelatih sementara.
Menurut laporan tersebut, FAM telah meresmikan rencana perekrutan pelatih asing setelah menyelesaikan pembentukan jajaran eksekutif baru. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Malaysia untuk menghadapi agenda internasional mendatang, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2031.
Rencana tersebut juga disebut menjadi salah satu alasan Tan Cheng Hoe masih dipertahankan sebagai pelatih sementara.
Tan dikabarkan mampu memberikan hasil yang melampaui ekspektasi dalam Piala ASEAN 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026, jika dibandingkan dengan kekuatan skuad Malaysia serta posisinya di kancah internasional.
Meski demikian, FAM disebut tidak ingin terburu-buru menetapkan pelatih kepala permanen. Prioritas mereka adalah menemukan sosok yang mampu menjaga daya saing tim secara berkelanjutan, bukan hanya mengejar hasil dalam waktu singkat.
Situasi kontrak Moriyasu turut memunculkan spekulasi mengenai peluang perekrutannya. Masa kerjanya bersama Jepang berlangsung hingga Piala Asia 2027 yang dijadwalkan digelar di Arab Saudi.
Sejumlah prediksi menyebut Moriyasu berpeluang meninggalkan kursi pelatih Jepang setelah turnamen tersebut untuk mencari tantangan baru. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai rencana masa depannya.