- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Timnas Indonesia Absen di FIFA Matchday November 2026, Terakhir Kali Terjadi usai Patrick Kluivert Dipecat
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali dipastikan tidak akan menjalani pertandingan pada periode FIFA Matchday November 2026. Menariknya, situasi serupa terakhir kali dialami skuad Garuda tepat setahun lalu, ketika PSSI baru saja mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert.
Absennya Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2025 terjadi setelah kegagalan skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketika itu, PSSI memutuskan tidak lagi menggunakan jasa Patrick Kluivert yang sebelumnya dipercaya menangani tim nasional senior.
Keputusan tersebut membuat kursi pelatih Timnas Indonesia kosong menjelang berlangsungnya agenda internasional pada November 2025. Akibatnya, skuad Garuda tidak menjalani pertandingan persahabatan maupun laga internasional lainnya selama periode FIFA Matchday tersebut.
Setahun berselang, Timnas Indonesia kembali menghadapi situasi serupa meskipun dengan kondisi yang berbeda. Kali ini, skuad Garuda sudah memiliki John Herdman sebagai pelatih kepala, tetapi tetap dipastikan tidak akan bertanding pada jeda internasional November 2026.
Padahal, Timnas Indonesia sebelumnya cukup konsisten memanfaatkan kalender pertandingan internasional sepanjang tahun ini. Sejak berada di bawah arahan John Herdman, skuad Merah Putih selalu menjalani pertandingan pada periode FIFA Matchday Maret, Juni, serta September hingga Oktober 2026.
Keputusan untuk kembali melewatkan FIFA Matchday diumumkan PSSI setelah mempertimbangkan sejumlah faktor yang memengaruhi agenda pertandingan internasional. Federasi memilih mengganti rencana laga uji coba dengan pemusatan latihan selama tujuh hari di Bali.
"Timnas Indonesia memutuskan untuk memanfaatkan periode FIFA Matchday November dengan menggelar pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia selama tujuh hari di Bali," tulis pernyataan resmi PSSI.
Sebelumnya, Timnas Indonesia memiliki rencana untuk menjalani pertandingan internasional di kawasan Asia Barat pada November 2026. Namun, agenda tersebut akhirnya dibatalkan menyusul penundaan Piala Asia 2027 serta perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah yang dinilai belum kondusif.
Dengan tidak adanya pertandingan internasional, Timnas Indonesia kehilangan kesempatan untuk menambah poin ranking FIFA melalui laga pada periode November 2026. Meski demikian, keputusan tersebut tidak otomatis membuat posisi skuad Garuda mengalami penurunan karena perubahan peringkat juga bergantung pada hasil pertandingan negara-negara lain.
Berbeda dengan November 2025 ketika kursi pelatih kepala kosong, Timnas Indonesia kali ini tetap menjalankan program persiapan di bawah arahan John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut ingin menggunakan waktu yang tersedia untuk memperkuat kedalaman skuad menjelang agenda internasional berikutnya.
Herdman menjelaskan bahwa keputusan membatalkan pertandingan di Asia Barat telah mempertimbangkan situasi regional yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai pemusatan latihan menjadi alternatif yang lebih tepat untuk melanjutkan persiapan Timnas Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
"Menyusul penundaan Piala Asia AFC serta mempertimbangkan eskalasi situasi regional di Timur Tengah, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan agenda pertandingan yang sebelumnya direncanakan di kawasan tersebut," kata Herdman dalam rilis resmi PSSI.
"Kami akan memanfaatkan periode FIFA Matchday November untuk menggelar pemusatan latihan selama tujuh hari di Bali, dengan fokus pada penguatan kedalaman skuad dan melanjutkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia," tambahnya.
Pemusatan latihan tersebut juga akan dimanfaatkan Herdman untuk melihat kemampuan sejumlah pemain yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia. Ia berencana menggabungkan pemain dari skuad utama dengan beberapa wajah baru agar memiliki lebih banyak pilihan untuk menghadapi pertandingan mendatang.
"Kami akan melibatkan kombinasi pemain dari skuad utama dan sejumlah pemain baru. Ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi potensi mereka, memperdalam pemahaman taktik, serta memperkuat kerja sama antarpemain dalam tim nasional," pungkasnya.
(igp/hfp)