News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kevin Diks Ungkap Penyebab Borussia Monchengladbach Kalah dari Hamburg, Singgung Kartu Merah Rekan Setim

Kevin Diks menilai kartu merah Ko Itakura membuat Monchengladbach kesulitan melawan Hamburg hingga kalah 1-3. Ia juga menyoroti dua gol jarak jauh lawan itu.
Sabtu, 7 November 2026 - 14:54 WIB
Kevin Diks
Sumber :
  • borussia.com

Jakarta, tvOnenews.com - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkapkan salah satu penyebab kekalahan Borussia Monchengladbach saat menghadapi Hamburg dalam lanjutan Bundesliga 2026/2027. Menurutnya, kartu merah yang diterima rekan setim membuat timnya kesulitan mempertahankan keseimbangan permainan hingga akhirnya menyerah dengan skor 1-3.

Borussia Monchengladbach harus pulang tanpa membawa poin setelah menghadapi Hamburg pada pertandingan pekan kesembilan Bundesliga, Jumat (6/11/2026). Tim yang diperkuat Kevin Diks tersebut sebenarnya sempat memberikan perlawanan sebelum kehilangan satu pemain pada awal babak kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertandingan tersebut, Borussia Monchengladbach mampu mengimbangi permainan Hamburg sepanjang babak pertama. Kedua tim bahkan memasuki ruang ganti dengan kedudukan sama kuat 1-1 sehingga peluang untuk meraih kemenangan masih terbuka.

Namun, situasi berubah setelah bek Borussia Mönchengladbach, Ko Itakura, mendapatkan kartu merah pada awal babak kedua. Keputusan wasit tersebut membuat tim tamu harus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan Hamburg untuk meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Borussia Monchengladbach. Hasilnya, tuan rumah mampu mencetak dua gol tambahan yang memastikan kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Kevin Diks mengakui bahwa kehilangan satu pemain memberikan pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan. Meski demikian, pemain Timnas Indonesia itu menilai Borussia Mönchengladbach masih mampu menciptakan sejumlah peluang dan memberikan perlawanan setelah kartu merah tersebut.

"Kartu merah itu jelas membuat segalanya lebih sulit di babak kedua. Namun begitu, kami mendapatkan beberapa peluang dan mampu memberikan perlawanan sengit di beberapa momen dalam pertandingan ini," ujar Diks dikutip dari laman resmi Gladbach, Sabtu (7/11/2026).

Selain menyoroti kartu merah, Kevin Diks juga menyayangkan cara timnya kebobolan dalam pertandingan tersebut. Dua gol yang tercipta melalui tembakan jarak jauh menjadi pukulan bagi Borussia Monchengladbach yang sedang berusaha menjaga peluang meraih hasil positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain berusia 30 tahun tersebut berharap kekalahan dari Hamburg tidak membuat timnya kehilangan kepercayaan diri. Ia ingin Borussia Monchengladbach segera memberikan respons positif dan kembali menemukan momentum yang sebelumnya sempat dibangun.

"Kebobolan dua gol dari jarak jauh dalam laga seperti ini tentu terasa berat. Kami harus menunjukkan reaksi yang tepat dan kembali meraih momentum yang sempat kami miliki sebelumnya," kata Diks.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tim Millenium Aquatic Keluar Sebagai Juara Umum, Berikut Daftar Lengkap Peraih Gelar Perenang Terbaik di IOAC 2026

Tim Millenium Aquatic Keluar Sebagai Juara Umum, Berikut Daftar Lengkap Peraih Gelar Perenang Terbaik di IOAC 2026

Klub renang Millenium Aquatic Jakarta mengakhiri Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2026 yang diselenggarakan PB Akuatik Indonesia sebagai juara umum.
Timnas Indonesia Batal Main di FMD November 2026, Ranking FIFA Skuad Garuda Turun?

Timnas Indonesia Batal Main di FMD November 2026, Ranking FIFA Skuad Garuda Turun?

Timnas Indonesia absen dari FIFA Matchday November 2026. Poinnya tidak otomatis berkurang, tetapi posisi Garuda terancam disalip Kazakhstan dalam ranking FIFA.
Harris Arthur Hedar Lantik Empat DPD, Tegaskan Advokat Harus Membela Keadilan

Harris Arthur Hedar Lantik Empat DPD, Tegaskan Advokat Harus Membela Keadilan

Demi memperkuat supremasi hukum.
Pemuda di Garut Tewas Dianiaya hingga Ditusuk Pelaku, Ternyata Penyebabnya karena Makanan Asin

Pemuda di Garut Tewas Dianiaya hingga Ditusuk Pelaku, Ternyata Penyebabnya karena Makanan Asin

Polres Garut melakukan pendalaman untuk mengetahui lebih jelas motif dari kasus penganiayaan yang menewaskan korban karena mengalami luka tusukan senjata tajam di tiga bagian tubuhnya.
Alasan AFC Resmi Pindahkan Venue Timnas Indonesia U-17

Alasan AFC Resmi Pindahkan Venue Timnas Indonesia U-17

AFC mengumumkan perubahan venue pertandingan pada Jumat (6/11/2026) atau dua hari jelang kick off Grup A Kualifikasi Piala Asia U-17 yang akan dimulai pada Minggu (8/11/2026). 
Penyataan Lengkap Pengacara Ruben Onsu soal Kliennya Didemo, Singgung Siap Proses Hukum

Penyataan Lengkap Pengacara Ruben Onsu soal Kliennya Didemo, Singgung Siap Proses Hukum

Artis Ruben Onsu tengah menjadi sorotan publik, karena beberapa waktu lalu didemo dan diserukan boikot. Pengacara pun menegaskan segera menindak tegas.

Trending

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral Istri Kades Karanganyar Akui Skandal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Itu Bukan Dugaan, Itu adalah Fakta

Viral istri Kades di Rembang diduga berzina dengan anggota DPRD berinisial W. Zayyana Ilma mengakui hubungan tersebut, sementara laporan telah masuk ke polisi
Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa Itu KidZania yang Viral usai Unggahan Ria Ricis di Lokasi Karhutla Tuai Kritik?

Apa itu KidZania yang viral usai unggahan Ria Ricis di lokasi karhutla tuai kritik?
Deretan Profesi PPPK Paruh Waktu yang Statusnya Diubah Menjadi P3K Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Deretan Profesi PPPK Paruh Waktu yang Statusnya Diubah Menjadi P3K Penuh Waktu per 1 Januari 2027

Kebijakan perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi P3K penuh waktu mulai 1 Januari 2027, dari profesi guru hingga profesi lainnya.
5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

5 Poin Pernyataan SD Labschool Cibubur soal Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Viral di Threads

Inilah lima poin pernyataan SD Labschool Cibubur soal dugaan bullying yang viral di media sosial Threads. Pihak sekolah menyebut setiap kejadian yang melibatkan siswa perlu mendapat perhatian serius.
Viral Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya 16 Orang, SD Labschool Cibubur Tingkatkan Pengawasan dan Pemantauan Interaksi Antarsiswa

Viral Dugaan Bullying oleh Anak 6 Tahun yang Korbannya 16 Orang, SD Labschool Cibubur Tingkatkan Pengawasan dan Pemantauan Interaksi Antarsiswa

Menanggapi berbagai informasi dan opini yang berkembang di masyarakat maupun media sosial terkait kejadian antarsiswa di lingkungan SD Labschool Cibubur, pihak sekolah menyampaikan keprihatinan atas situasi yang terjadi serta memahami perhatian dan kekhawatiran yang dirasakan oleh para orang tua.
Siapkan Somasi Karena Dikaitkan dengan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Bahlil: Saya Juga Disadap

Siapkan Somasi Karena Dikaitkan dengan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Bahlil: Saya Juga Disadap

Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengaku dirinya juga ikut disadap. Bahlil mengatakan dirinya tak menyangka ada pihak-pihak yang memanfaatkan ruang demokrasi di negara ini dengan cara yang kebablasan.
Fakta-Fakta Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember yang Diintai dari Plafon Kamar: Pelaku Buruh Tani Warga Wuluhan hingga Simpan Motor 200 Meter dari TKP

Fakta-Fakta Kasus Rudapaksa Mahasiswi Jember yang Diintai dari Plafon Kamar: Pelaku Buruh Tani Warga Wuluhan hingga Simpan Motor 200 Meter dari TKP

Inilah deretan fakta kasus rudapaksa mahasiswi Jember yang belakangan ini viral di media sosial. Dalam kasus ini, pelaku merupakan pria berinisial MFR (28). MFR merupakan warga Kecamatan Wuluhan yang berdomisili di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT