Pascagempa Kebutuhan Dasar Masih Sangat Dibutuhkan Oleh Para Pengungsi
Sikka, tvOnenews.com - Kebutuhan dasar warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, masih belum sepenuhnya terpenuhi hingga hari keempat pascabencana. Pengungsi masih membutuhkan air bersih, makanan, obat-obatan, hingga alas tidur.
Kebutuhan tersebut terutama dirasakan warga yang bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa.
Selain kebutuhan air bersih dan air mineral, bantuan makanan untuk bayi dan balita juga masih diperlukan. Obat-obatan serta perlengkapan tidur menjadi kebutuhan lain yang mendesak, terutama bagi pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di tenda.
Kondisi lebih sulit terjadi di Pulau Palue. Delapan desa di wilayah tersebut mengalami gangguan akses akibat longsor yang terjadi setelah gempa.
Sekitar 2.000 warga Desa Nitunglea masih bertahan di lokasi pengungsian dan membutuhkan bantuan berupa makanan serta tenda.
Penyaluran bantuan ke Pulau Palue terkendala minimnya transportasi laut. Kondisi tersebut membuat mobilisasi bantuan, termasuk peralatan berat untuk membuka akses yang tertutup longsor, belum dapat dilakukan secara optimal.
Selain akses transportasi, pasokan listrik juga masih menjadi kendala di sejumlah wilayah terdampak. Sementara jaringan komunikasi masih dalam proses pemulihan.
Pemerintah dan tim penanganan bencana terus berupaya memulihkan infrastruktur serta membuka akses menuju wilayah yang terdampak. Pemulihan jaringan komunikasi dinilai penting agar kebutuhan warga dapat segera teridentifikasi dan distribusi bantuan berjalan lebih cepat.
Hingga hari keempat pascagempa, warga di sejumlah titik pengungsian masih harus bertahan di tengah keterbatasan fasilitas sambil menunggu kondisi kembali aman.