Penerapan Protokol Kesehatan Sangat Ketat di Pesantren Jadi Fokus Utama di Tengah Pandemi | tvOne
Jombang, Jawa Timur - Klaster penularan COVID-19 di berbagai pondok pesantren (ponpes) masih terus bermunculan. Pemerintah dinilai perlu memberi perhatian dan respons luar biasa atas fenomena tersebut.
Pesantren yang merupakan sebuah pendidikan dimana para siswanya tinggal bersama dan belajar dibawah bimbinan para kyai dan memiliki asrama untuk para santri menginap menjadi fokus utama. Dimana pendidikan pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat ditengah pandemi COVID-19.
Salah satunya adalah ribuan santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur yang selalu menaati protokol kesehatan dengan baik. Walaupun seluruh santi di Pondok Pesantren Tebuireng tersebut telah menjalani uji cepat COVID-19 bahkan uji usap COVID-19 namun, setiap aktivitas mereka tidak lepas dari sikap pencegahan COVID-19.
Penerapan protokol kesehatan di Pondok Pesantren Tebuireng dilakukan sesuai anjuran pemerintah saat santri memasuki area Pondok Pesantren Tebuireng, suhu tubuh dicek. Setelah itu, diwajibkan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang disediakan di area masuk.
Dengan kewajiban menaati protokol kesehatan yang selalu disampaikan oleh para guru dan pengasuh disetiap pertemuan, para santri kini menjadi terbiasa dengan tatanan normal baru. Setiap saat setelah berbelanja di toko atau keperluan lainnya, sanrtri telah membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan sebelum masuk ke kamar pondok.
Melaksanakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak telah menjadi kebiasaan para santri sehingga santri tidak merasa terbebani meskipun pada masuk pesantren telah memberikan hasil uji cepat dengan hasil non-reaktif.
Bimo Prasetyo merupakan salah seorang santri Pondok Pesantren Tebuireng mengungkapkan perihal protokol kesehatan yang diterapkan disana yakni harus menunjukan hasil uji cepat. Apabila hasilnya reaktif maka harus melakukan karantina mandiri.
Aktivitas yang dijalankan di Pondok Pesantren Tebuireng seperti solat berjamaah, santri juga tetap menaati shaf yang telah ditentukan. Dengan jarak yang cukup lebar antara satu jamaah ke jamaah lainnya. Selain menjaga jarak, santri tetap memakai masker meskipun sedang menunaikan ibadah solat.
Dari semua kegiatan santri, tidak ada satu kegiatan pun yang lepas dalam menerapkan protokol kesehatan. “Dalam kondisi COVID-19 ini, tetap santri harus mengedepankan iman dan imun satri juga harus baik 3M kita jalankan santri harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak,” ungkap Mudir Pondok Pesantren Tebuireng KH Lukman Hakmin. Selain itu, pihak pondok pesantren menjelaskan untuk selalu berdoa.
Pada masa liburan setelah usai ujian semester ganjil, aktivitas santri di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng ditiadakan. Namun, santri tidak diperbolehkan pulang karena jika santri pulang kampung akan rentan tertular virus COVID-19.
Selain itu, santri yang masuk pesantren sekitar 2 bulan lalu karena kedatangan santri dilakukan secara bertahap. Kegiatan sekolah yang masih ada, hanya sekolah yang menyelanggarakan ujian semester ganjil, seperti yang tampak pada SMA Trensain Tebuireng 2 dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat santri yang sekolah di SMA ini akan mengerjakan soal-soal ujian semester.
Meski seluruh santri telah melakukan uji usap, namun santri telah terbiasa dengan tata cara baru, mulai dari memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak dengan orang lain. Santri juga telah terbiasa tidak jabat tangan dengan pengasuh, guru, dan teman-teman.
Santri juga teah terbiasa tidak dikunjungi oleh orang tuanya sejak masuk pesantren. “Syarat untuk masuk kembali ke pesantren ini melakukan rapid. Setelah rapid di karantina selama 14 hari setelah itu baru di swab lagi kalau non reaktif baru bisa masuk,” kata A. Rofiq selaku Kepala SMA Tresain Tebuireng 2.
Tambahnya, untuk meningkatkan imunitas, di pesantren juga diberlakukan aktivitas berjemur. “Setiap pagi kurang lebih 15 menit ini juga program untuk meningkatkan potensi sel,” kata A.Rofiq.
Hingga saat ini dari 6000 santri di Pondok Pesantren Tebuireng tidak ada yang terinfeksi COVID-19 dan protokol kesehatan juga tetap akan dilakukan hingga kondisi aman dan Indonesia terbebas dari pandemi. (adh)
Lihat juga: 287 Santri di Tasikmalaya Positif Terinfeksi COVID-19