Soroti Pelantikan Kapolri Baru, Benny Mamoto: Saya Melihat Ada Harapan Baru | tvOne
Jakarta – Presiden Joko Widodo melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) sekaligus menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Polisi di Istana Negara Jakarta. Lantas seperti apa prospek kepolisian ke depan?
Ketua harian komisi kepolisian nasional (Kompolnas) Benny Mamoto mengatakan, kapolri baru dinilai akan melanjutkan proses reformasi di tubuh kepolisian.
“Ada harapan baru ketika salah satu program jenderal Listyo Sigit, salah satunya adalah kepemimpinan yang melayani, melayani anggota, melayani masyarakat,” kata Benny.
Komitmen melayani ini menurut Benny sangat diperlukan, ditengah kebutuhan personil kepolisian akan berbagai hal. “Melayani anggota artinya peduli terhadap nasib dan kebutuhan anggota, juga disinggung soal kepemilikan rumah bagi anggota polri,” kata Benny.
Sementara itu, komitmen Jenderal Listyo untuk melayani masyarakat juga dinilai sangat krusial, dimana polisi menjadi pelayan masyarakat. “Ini penting, Ketika kita memposisikan lebih tinggi dari masyarakat, berarti masyarakat melayani kita. Tetapi melayani, kita mau mendengar keluhan, mau mendengar masukan, mengkomunikasikan bagaimana solusinya,” papar Benny.
Benny juga memuji keteladanan Jenderal Listyo dalam memimpin institusi kepolisian. “Ada pepatah, ikan busuk dari kepalanya, itu dalam maknanya. Ketika ada keteladanan dari pucuk pimpinan, maka pimpinan di level bawahnya akan mengikuti. Ini penting dalam menjalankan reformasi polri, terutama reformasi kultural,” kata Benny.
Benny juga meminta kepada public agar melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap reformasi di tubuh Polri pada masa kepemimpinan Kapolri ke-25, yakni Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. “mari kita kawal bagaimana breakdown programnya, tahapannya, supaya masyarakat bisa melihat progresnya,” kata Benny.
Diketahui, Presiden Joko Widodo melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri sekaligus menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Polisi di Istana Negara Jakarta. Pengangkatan Listyo tersebut berdasarkan Keputusan Presiden No 5 Polri tahun 2021 yang ditetapkan pada 25 Januari 2021, sedangkan kenaikan pangkat berdasarkan Keputusan Presiden No 7 Polri tahun 2021 tertanggal 27 Januari 2021.
Hadir dalam pelantikan tersebut para pejabat negara dalam jumlah terbatas antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua KPK Firli Bahuri, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Pada 20 Januari 2021, rapat Internal Komisi III DPR menyetujui Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri setelah ia menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan. Judul makalah yang disampaikan Listyo Sigit dalam uji kelayakan tersebut adalah Transformasi Menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).
Konsep tersebut merupakan fase lebih lanjut dari Polri Promoter (PROfesional, MOdern, dan TERpercaya) yang telah digunakan pada periode sebelumnya dengan pendekatan pemolisian berorientasi masalah atau problem "oriented policing".
Listyo adalah lulusan Akademi Kepolisian 1991 yang pernah menjadi Kapolresta Solo pada 2011. Saat itu Listyo pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo. Setahun kemudian, Sigit Prabowo ditarik ke Bareskrim menjadi Kasubdit II Dittipidum dan pada 2013 diangkat menjadi Dirkrimum Polda Sulawesi Tenggara.
Saat Presiden Jokowi terpilih sebagai presiden pada 2014, Listyo Sigit dipercaya menjadi ajudan. Dua tahun berselang, Komjen Listyo Sigit Prabowo kembali mendapat promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan menjadi Kapolda Banten hingga 2018.
Pada 2018, Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kadiv Propam Polri dan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Irjen. Selanjutnya Listyo menjadi Kabareskrim Polri dan menangani sejumlah kasus yang mendapat perhatian publik. (ito)
(Lihat juga: Rekam jejak Kapolri Baru, ungkap kasus besar selama menjabat sebagai Kabareskrim)