5 Regu Tim SAR Cari Puluhan Korban Longsor Cilacap yang Hilang
Cilacap, tvOnenews.com - Jumlah korban bencana tanah longsor di Cilacap, Jawa Tengah, kembali diperbarui menjadi 46 orang.
Dari total tersebut, 23 orang dinyatakan selamat, dua meninggal dunia, dan 21 masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang kemungkinan masih tertimbun material longsor.
Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga setempat.
Mereka dibagi dalam lima sektor pencarian yang mencakup dua wilayah terdampak, yakni Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan.
Alat berat berupa satu ekskavator dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, sementara petugas di lapangan menggunakan cangkul, alat potong, dan peralatan seadanya untuk mempercepat pencarian.
Menurut laporan dari lokasi, longsor terjadi sekitar pukul 19.20 WIB dengan dua titik utama terdampak yaitu Dusun Cibuyut di bagian atas dan Dusun Tarukahan di bawahnya.
Hingga kini, dua korban meninggal telah dievakuasi ke RSUD Majenang. Sementara itu, proses pencarian terhadap 21 korban lainnya terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi karena tanah di lokasi masih bergerak.
Pada siang hari, pencarian sempat dihentikan sementara saat tim melakukan ibadah, namun dilanjutkan kembali sekitar pukul 13.00 WIB. Pada pukul 10.00 WIB pagi tadi, satu korban perempuan berhasil ditemukan dan dibawa ke RSUD Majenang.
Bantuan logistik mulai berdatangan di posko darurat, termasuk makanan, layanan kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit, serta tempat istirahat yang disiapkan di Balai Dusun.
Beberapa warga juga mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah mereka berada di area yang masih rawan.
Material longsor dilaporkan terus bergerak akibat adanya sumber air di bagian atas yang jebol dan mengalir ke lokasi.
Tim gabungan terus memetakan area rawan untuk menghindari longsor susulan. Di Dusun Cibuyut saja, masih ada 14 warga yang belum ditemukan.
Pembagian lima sektor yaitu A1, A2, B1, B2, dan B3 ditujukan agar proses pencarian lebih fokus dan efektif.
Hingga saat ini, tim SAR masih bekerja maksimal di lapangan meski terhambat kondisi tanah yang labil dan ancaman pergerakan material.
Pemerintah daerah dan instansi terkait menghimbau warga di sekitar lereng untuk tetap waspada dan menjauhi zona rawan hingga situasi dinyatakan aman.