Cilacap, tvOnenews.com - Upaya pencarian korban tanah longsor di Cibenying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari ketujuh pada Senin pagi.
Tim SAR gabungan memperkecil area pencarian dan memfokuskan operasi pada tiga sektor, yakni B1, B2, dan A1.
Pada Minggu (kemarin), dua korban ditemukan di sektor B2, Dusun Tarukahan. Keduanya adalah Arum Purnamasari dan Lilis.
Hingga kini masih terdapat lima korban yang belum ditemukan dari total 23 korban yang dilaporkan hilang. Sebanyak 18 korban telah berhasil ditemukan.
Proses pencarian menggunakan sekitar 25 alat berat untuk mengeruk material longsor yang memiliki ketebalan 2 hingga 8 meter. Kondisi ini membuat evakuasi berlangsung lambat.
Operasi kemarin juga sempat dihentikan lebih awal akibat hujan yang menimbulkan risiko longsor susulan.
Pagi ini, cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, memungkinkan tim melanjutkan pencarian.
Tim SAR dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga kembali bekerja untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun.
Sementara itu, posko DVI telah menerima keluarga korban untuk proses identifikasi. Namun hingga pagi ini belum terlihat keluarga yang datang kembali.
Pada temuan dua korban kemarin, identifikasi dapat dilakukan langsung di rumah sakit karena kondisi jenazah masih utuh.
Sesuai SOP, masa pencarian berlangsung tujuh hari. Namun tim SAR membuka kemungkinan perpanjangan karena masih ada korban yang belum ditemukan.