Pencarian Korban Bencana di Tapsel, 79 Orang Meninggal dan 39 Hilang
Tapanuli Selatan, tvOnenews.com — Hari kedelapan pasca bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan di titik-titik terisolir dan terdampak parah.
Petugas gabungan dikerahkan untuk mencari korban hilang, mengevakuasi warga, serta membersihkan akses yang tertutup lumpur tebal dan gelondongan kayu.
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan jumlah korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Selatan, di mana hingga kemarin sore tercatat 79 orang meninggal dunia, sementara 38 orang dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi juga mencapai 5.336 jiwa.
Kecamatan Batangtoru menjadi wilayah terdampak paling parah. Tiga desa tercatat mengalami kerusakan ekstrem, yakni Desa Aek Ngadol, Hutagodang, dan Desa Gorga.
Di Desa Gorga, hampir seluruh rumah warga hancur tersapu material banjir bandang berupa lumpur dan batang kayu berukuran besar.
Untuk penanganan pengungsi, pemerintah dan unsur gabungan telah mendirikan enam posko, termasuk dua posko utama yang dikelola perusahaan swasta dan TNI.
Posko Batu Ula menampung sekitar 750 warga, sementara posko di Kecamatan Batangtoru menampung sekitar 200 pengungsi.
Sebagian besar pengungsi memilih menginap di rumah keluarga lalu kembali ke posko untuk mendapatkan bantuan logistik berupa makanan dan air minum.
Selain bantuan kebutuhan dasar, proses trauma healing juga mulai diberikan kepada anak-anak yang menjadi korban bencana. A
nak-anak tampak mengikuti kegiatan bermain dan hiburan yang diselenggarakan relawan dan pegiat sosial untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka. Aktivitas sekolah masih diliburkan sejak 28 November hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal dan hilang tertinggi sejauh ini dengan 86 orang meninggal, dan 104 orang hilang.
Presiden Prabowo Subianto telah meninjau lokasi terdampak dan meminta agar pemulihan pascabencana dipercepat, khususnya perbaikan akses jalan, pasokan BBM, jaringan listrik, dan sinyal komunikasi untuk mendukung distribusi bantuan serta mempermudah aktivitas tim SAR di lapangan.
Proses pencarian korban diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan mengingat banyak wilayah yang masih sulit dijangkau karena tertutup material banjir dan longsor.