Baku Tembak Terjadi! 1 Anggota TNI dan 2 DPO MIT Tewas di Poso | tvOne
Palu, Sulawesi Tengah – Kontak tembak kembali terjadi antara Tim Satuan Tugas Madago Raya bersama kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di pegunungan Andole, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Dua anggota kelompok MIT dan satu anggota TNI tewas dalam peristiwa tersebut.
Kontak tembak terjadi pada Senin (1/3) sekitar pukul 16.30 WITA, saat aparat Satgas Gabungan Madago Raya memergoki sejumlah warga bersenjata di hutan Poso. Kelompok ini diduga akan melakukan amaliyah namun kepergok aparat sehingga terlibat baku tembak.
Dua anggota MIT pimpinan Ali Kalora yang juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dikabarkan tewas. Dua DPO MIT Poso yang tewas yakni, Samir alias Alfin asal Provinsi Banten, dan Irul, warga Kabupaten Poso, yang merupakan anak mantan pimpinan MIT Poso, Santoso.
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengungkapkan, kontak tembak tersebut terjadi saat pihak kepolisian mendapatkan informasi, bahwa kelompok MIT tersebut akan melakukan aksi terorisme.
" Dari informasi yang diterima mereka akan melakukan amaliah," kata Irjen Pol Abdul Rakhman Baso.
Dalam kontak tembak tersebut, satu DPO yakni Samir alias Alfin, tewas karena mengalami luka tembak di bagian kepala, dan Irul tewas akibat bom yang dibawanya meledak di badannya sendiri.
Kapolda Sulteng, menyebutkan dalam kontak tembak tersebut, Dua orang DPO lainnya berhasil melarikan diri. Salah satu diantaranya adalah pimpinan MIT, Ali Kalora.
"Mereka waktu itu ada berempat, dan dipimpin oleh Ali Kalora, namun dua orang berhasil kabur dan sampai saat ini masih dalam pengejaran," jelasnya.
Pihak Kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari dua DPO tersebut, seperti amunisi senjata api panjang sebanyak sebelas buah, Ransel, Golok dan GPS.
Tidak hanya menewaskan dua DPO MIT Poso, kontak tembak ini juga membuat salah satu prajurit TNI, yakni Praka Dedi Irawan tewas dalam kejadian tersebut. "Satu prajurit terbaik kita gugur, atas nama Praka Desi Irawa," kata Kapolda Sulteng.
Hingga saat ini dua jenazah DPO MIT Poso, masih berada di rumah sakit Bhayangkara Palu. Sementara jenazah TNI, Praka Dedi Irawan, telah diberangkatkan ke Jakarta. (ito)
(Lihat Juga: Penangkapan terduga teroris di Surabaya, ditemukan sebuah pedang dan buku jihad)